NABIRE – Sosok Bupati Dogiyai mendatang harus figur yang bisa mempersatukan masyarakat di wilayah Lembah Kamu dan Mapia. Figur tersebut harus punya satu mata yakni sosok yang melihat orang di Lembah Kamu sama dengan orang dari kawasan Mapia, tidak ada perbedaan perlakuan terhadap dua wilayah tersebut. Jadi figur yang dibutuhkan masyarakat Dogiyai sementara ini adalah tokoh pemersatu.   Sebetulnya, penduduk Kabupaten Dogiyai itu hanya satu kelompok masyarakat, satu suku dan berada di satu kawasan sehingga tidak perlu ada perbedaan. Namun yang sedang terjadi selama ini sepertinya ada perbedaan antara orang yang tinggal di lembah dan orang Mapia. Oleh sebab itu, figur Bupati Dogiyai mendatang bisa menyatukan perbedaan yang sedang berlangsung di kabupaten pemekaran dari Kabupaten Nabire ini.Salah seorang tokoh intelektual asal Dogiyai, Daniel Butu di   kediamannya, Kamis (28/7) saat dimintai pendapatnya soal sosok Bupati Dogiyai mendatang mengatakan, figur Bupati Dogiyai yang dibutuhkan sekarang adalah sosok pemersatu. Sosok yang mampu melihat orang Lembah Kamu dan orang dari Mapia, sama, tidak membedakan masyarakatnya berdasarkan wilayah. Sebab, orang Mapia dan orang dari lembah Kamu itu satu suku, satu masyarakat dan tinggal di satu kawasan, tidak ada perbedaan diantara keduanya.Mantan Ketua DPRD Kabupaten Nabire ini menambahkan, pada masa lalu ada tokoh informal seperti Ambrosius Kotouki bisa menyatukan antara orang Mapia dan Kamu. Pada masa kini juga, Dogiyai butuh sosok seperti sosok Ambrosius Kotouki sebagai tokoh formal yang ada di bupati yang mampu melihat masyarakat dengan satu mata. Masyarakat yang ada di Lembah Kamu juga semestinya masyarakat Mapia dan sebaliknya masyarakat Mapia juga bagian dari masyarakat Kamu.Jadi, kata Daniel, kalau jadi Bupati Dogiyai sesungguhnya pemersatu diantara sebagian keluarga di Lembah Kamu dan sebagian keluarga yang ada di Mapia.Menanggapi intelek dan pejabat di birokrasi yang terhanyut dengan perbedaan antara dua kelompok masyarakat di Dogiyai, Daniel menilainya sebagai suatu kemunduran dan pola pandang seperti ini akan mundur jauh sekali, Dogiyai tidak akan ada perubahan dan masyarakat Dogiyai tidak akan bersatu.Oleh sebab itu, ia juga mengajak inteletual asal Dogiyai, tokoh masyarakat dan birokrat di Dogiyai agar tanggalkan pola pandang perbedaan seperti itu lalu berpikir dan menyatukan seluruh kekuatan yang ada untuk membangun masyarakat dan daerah Dogiyai agar ada perubahan dan perkembangan daerah yang lebih baik. (ans)