NABIRE - Turnamen sepak bola bergengsi Bupati Cup III Kabupaten Nabire tahun 2026 resmi dimulai. Kompetisi yang mempertemukan talenta-talenta terbaik ini dibuka langsung Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., di Lapangan Sapta Marga Kodim 1705 Nabire, Selasa (9/06/2026). Sebanyak 24 tim dipastikan siap bertarung sengit demi memperebutkan gelar juara dan piala bergilir yang bergengsi tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menekankan pentingnya turnamen ini dalam menyongsong status Nabire yang kini telah menjadi ibu kota sentral. Ia menegaskan ajang ini merupakan wadah krusial untuk menjaring atlet muda yang akan membawa nama harum daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Kabupaten Nabire ini sudah menjadi kota sentral Provinsi Papua Tengah. Maka dari itu, turnamen sepak bola Bupati Cup ini tidak terlepas dari upaya kita menyiapkan bibit untuk provinsi dalam rangka mengikuti even atau ajang nasional. Di mana kita Papua Tengah akan hadir juga menjadi satu tim kebanggaan bagi masyarakat,” ujar Mesak Magai di hadapan para peserta dan penonton yang memadati lapangan.

Penyelenggaraan Bupati Cup III ini tidak lepas dari proses evaluasi yang matang dari dua edisi sebelumnya. Pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan pihak panitia terus berbenah demi meningkatkan kualitas kompetisi dari tahun ke tahun.

“Saya selaku pimpinan daerah beserta KONI dan panitia selalu mengevaluasi kembali. Tetapi karena tidak ada masalah yang sangat berat yang tidak bisa diselesaikan, maka kita lakukan bupati cup kedua dan kemudian dari hasil evaluasi yang kedua itu, kita tetap akan lanjutkan lagi bupati cup ketiga ini,” jelas Mesak terkait konsistensi turnamen ini.

Mengingat tensi pertandingan sepak bola yang kerap meninggi, orang nomor satu di Nabire tersebut memberikan imbauan keras kepada seluruh elemen yang terlibat. Ia meminta agar semua pihak, terutama para suporter, dapat menahan diri dan menjaga ketertiban selama turnamen berlangsung.

“Oleh sebab itu, saya ajak kita sekalian, mari kita ciptakan suasana aman di lapangan dan tidak terprovokasi kepada semua pendukung atau warga masyarakat yang merugikan bagi kita semua, karena even ini kita akan melihat potensi dari anak-anak generasi muda,” tambahnya.

Bupati Mesak juga memberikan pesan khusus kepada para pemain yang akan bertanding di lapangan hijau. Menurutnya, bakat dan ketahanan fisik harus berjalan selaras dengan sikap saling menghormati dan sportivitas yang tinggi antar sesama atlet.

“Tentunya di lapangan ada dua hal yang penting, yaitu skill dan fisik. Tetapi, saat ini yang lebih penting adalah sportivitas dari anak-anak kita sekalian. Oleh sebab itu, saya minta kepada adik-adik sekalian yang akan bermain untuk mengedepankan fair play,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mesak Magai memandang sepak bola bukan sekadar olahraga hiburan semata, melainkan sebuah industri yang mampu membuka peluang karier baru. Melalui pembinaan yang terstruktur, generasi muda Papua Tengah diharapkan dapat mandiri dan sejahtera melalui jalur olahraga.

“Melalui sepak bola, kita bisa menciptakan lapangan kerja. Oleh sebab itu, ini adalah bagian dari pembinaan anak muda kita di Provinsi Papua Tengah,” katanya penuh optimisme.

Suasana pembukaan semakin menarik saat Bupati Mesak memberikan apresiasi khusus kepada klub dunia Islam, yang berstatus sebagai juara bertahan dua edisi berturut-turut. Kompetisi tahun ini dipastikan berjalan lebih seru karena ada misi besar yang diusung oleh tim juara bertahan tersebut.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Dunia Islam yang sudah dua kali berturut-turut juara Bupati Cup Kabupaten Nabire. Kalau pada Bupati Cup ketiga ini dimenangkan lagi, maka piala bergilir akan dibawa pulang secara permanen. Sehingga melalui sepak bola, anak-anak generasi muda tetap bangkit untuk menciptakan semangat bola yang lebih baik ke depan,” tuturnya.

Menutup arahannya, Bupati Mesak Magai kembali mempertegas bahwa kunci kesuksesan turnamen ini berada di tangan seluruh masyarakat Nabire. Keamanan dan disiplin yang terjaga akan menjadi cerminan positif bagi Provinsi Papua Tengah di mata publik luas.

“Sekali lagi pesan kami, bahwa menciptakan keamanan itu sangat penting bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi dari semua tim dan official, sehingga provinsi kita akan menunjukkan suatu keamanan dan disiplin yang baik di Kabupaten Nabire, terutama di dalam berjalannya turnamen sepak bola bupati cup ketiga di tahun 2026 ini. Demikianlah beberapa hal yang saya sampaikan pada kesempatan ini. Akhirnya saya ucapkan terima kasih dan salam olahraga,” tutup Mesak. (sam)