NABIRE – Bupati Nabire yang diwakili Asisten II Setda Nabire, Benyamin Kareth, Kamis (14/3) membuka secara resmi seminar sehari untuk ibu-ibu PKK dan Posyandu di Kabupaten Nabire. Dalam seminar yang berlangsung di Aula Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB ini bertema pemanfaatan pangan lokal bagi keluarga.     Pada kesempatan tersebut, Bupati Isaias Douw dalam sambutannya mengakan mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Nabire, LSM Kompak bekerjasama instansi teknis, telah melaksanakan berbagai kegiatan antara lain, lokakarya ketahanan pangan berbasis komunitas , lomba cipta menu pangan lokal, konsultasi publik survey pangan dan hari ini bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB mengadakan seminar tentang pemanfaatan pangan lokal bagi keluarga.   Tentunya, lanjut Benyamin, kegiatan ini sangat sejalan dengan visi dan misi Nabire, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal.   “Kegiatan ini mengambil segmen ibu-ibu PKK dan Posyandu dengan pertimbangan, selain sebagai ibu rumah tangga yang mengatur menu bagi keluarga, para ibu PKK dan Posyandu dapat mensosialisasikan akan pentingnya pemanfaatan menu lokal dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesehatan keluarga,” terangnya.   Ditambahkan, melalui kegiatan seminar ini, dapat menambah wawasan para peserta, mulai dari sekarang dapat menyajikan menu pangan lokal yang bervariasi dan mengandung nilai gizi tinggi menjadi konsumsi keluarga.   Selain itu, para Ibu PKK dan Posyandu dapat membudidayakan tanaman pangan lokal di pekarangan rumah seperti  singkong, keladi, ubi jalar, pisang , jagung , gembili dan sebagainya,  yang tidak membutuhkan perawatan yang sulit tapi dapat meningkatkan pendapatan keluarga.   Mengingat pentingnya kegiatan ini, lanjutnya, saya selaku pimpinan daerah mengharapkan agar para peserta mengikuti kegiatan ini  dengan  sebaik-baiknya sehingga dari hasil seminar ini, dapat meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK dan Posyandu akan pentingnya pemanfaatan pangan lokal, sehingga pangan lokal menjadi menu utama bagi setiap keluarga menuju terwujudnya ketahanan pangan di kabupaten ini.   Sebelum mengakhiri sambutannya, menambahkan, melalui motto ‘Membara Kasih Kediri Masyarakat”, saya ingin mengajak kepada kita sekalian untuk memanfaatkan pangan lokal bagi keluarga, selain mudah diperoleh, juga bergizi tinggi sehingga kita tidak selalu tergantung pada beras.   Tak lupa, pada kesempatan tersebut, bupati menegaskan, kepada LSM Kompak , Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB  atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih, atas digelarnya seminar ini.(wan)