Bupati Buka Raker II GKI Wilayah Topo Klasis Paniai
NABIRE - Gereja Kemah Injil Indonesia wilayah Topo Klasis Paniai melaksanakan rapat kerja (Raker) II, Rabu (12/3). Raker yang berlangsung selama dua hari ini, tentunya banyak menguras tenaga dan pikiran para jemaat. Namun dengan dilandasi niat dan semangat yang kuat, Raker
Bagikan
NABIRE - Gereja Kemah Injil Indonesia wilayah Topo Klasis Paniai melaksanakan rapat kerja (Raker) II, Rabu (12/3). Raker yang berlangsung selama dua hari ini, tentunya banyak menguras tenaga dan pikiran para jemaat. Namun dengan dilandasi niat dan semangat yang kuat, Raker ini telah berhasil menetapkan berbagai agenda penting sebagai program kerja yang akan dilaksanakan nantinya.
Raker dihadiri Ketua Bp. Am Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah – V, Muspida Nabire, Ketua Klasis GKI Paniai, Kepala Distrik Topo, Dipa, Danramil dan Kapolsek Topo, para kepala kampung se-Distrik Topo, para utusan denominasi gereja se-Klasis Paniai dan jemaat, serta peserta Raker. Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, dalam sambutannya mengatakan, pelayanan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mempunyai peran sangat penting. Sebab gereja selalu berdiri digaris paling depan dalam mewartakan kebenaran firman Tuhan, membangun peradaban umat manusia demi terwujudnya tantanan kehidupan masyarakat yang religius, berkeadilan, sejahtera dan bermartabat. Pada kesempatan pembukaan Raker ini, bupati mengingatkan tentang salah satu ungkapan yang singkat namun memiliki arti dan makna yang sangat mendalam, yakni dipersatukan dalam ikatan kasih. Arti dan makna yang terkandung dalam kalimat yang sangat singkat ini, bertujuan untuk mengingatkan dan mengarahkan kita sebagai umat yang percaya, untuk selalu meningkatkan keimanan dalam persekutuan jemaat. Serta terus meningkatkan sikap tolong menolong dan kasih mengasihi dalam kehidupan ini. Dengan sikap seperti inilah, kita akan mampu melaksanakan semua aktifitas kita dengan baik. Dan sikap ini pula yang selalu dianjurkan dalam firman Tuhan. Kita harus menjadi contoh dan teladan dalam Tuhan, menjadi terang dan garam lewat kehidupan kita sehari–hari. Terutama dalam memenuhi tripanggilan gereja, sehingga orang lain yang ada disekitar kita diberkati dan lebih mengenal Tuhan. Lebih lanjut dikatakan, kita juga dituntut lebih meningkatkan iman dan percaya serta perbuatan secara nyata dimanapun kita berada dalam melayani. Sehingga pelayanan kita benar–benar menjadi berkat, sebab kita ini adalah satu tubuh yaitu tubuh Kristus.Perlu disadari bahwa ada perubahan sikap, pola pikir dan pola pandang tentang hidup berjemaat atau hidup bergereja. Dalam arti bahwa harus ada kesadaran yang besar yang lahir dari setiap pribadi untuk sungguh–sungguh terlibat secara aktif dan memberi dukungan dalam berbagai bentuk untuk seluruh pelayanan gereja, baik ibadah–ibadah, pekerjaan fisik maupun kegiatan lainnya.Perlu adanya kesadaran bahwa kita harus memberi untuk Tuhan dan bukan sebaliknya. Sehingga kita akan terhindar dari sikap hidup yang hanya meminta dan mengharapkan pemberian orang lain. Sebab kita memiliki Yesus yang kaya dan besar kuasaNya.Perlu adanya pemahaman yang sama bahwa semakin aktifnya seseorang dalam berbagai pelayanan, maka tentunya akan terjadi perubahan sikap yang menunjukkan bahwa Yesus semakin besar dan kita semakin kecil. Sehingga setiap orang dapat saling memberi dan menerima sebagai satu keluarga Allah yang sungguh–sungguh hidup dalam kasih persaudaraan.“Saya ingatkan kepada kita semua, tema dan sub tema yang dalam pelaksanaan Raker ini mari kita tingkatkan rasa persaudaraan dan persatuan khususnya warga GKI dan masyarakat Nabire pada umumnya. Kita pelihara toleransi kehidupan beragama dan mendukung semua program pemerintah daerah dengan sub thema dalam semangat kebersamaan kita tingkatkan,” tuturnya. Pada kesempatan Raker itu, Bupati Isaias juga menyerahkan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah. (modes)
Bagikan artikel ini



