Bupati Buka Konfercab III Muslimat NU Nabire
NABIRE – Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire Bupati Isaias Douw, diwakili Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Nabire, Ir. Sukadi membuka dengan resmi Konferensi Cabang (Konfercab) ketiga (III) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Nabire, Selasa (28/4) bertempat di Au
Bagikan
NABIRE – Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire Bupati Isaias Douw, diwakili Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Nabire, Ir. Sukadi membuka dengan resmi Konferensi Cabang (Konfercab) ketiga (III) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Nabire, Selasa (28/4) bertempat di Aula Kantor Kelurahan Bumiwonorejo Nabire.
Sebelum membuka kegiatan Konfercab III Muslimat NU tersebut, Bupati Douw dalam sambutannya mengatakan sebagai suatu organisasi dengan kekuatan struktur dan jaringan yang luas serta keatifan pada anggotanya, kehadiran Muslimat NU sangat strategis, membantu pemerintah dalam melakukan penyapaan langsung kepada kelompok akar rumpu organisasi kemasyarakatan.“Muslimat NU merupakan mitra esensial dalam program-program negara yang ditujukan kepada akar rumput,” kata bupati, oleh karena itu konprensi cabang III Muslimat Nahdlatul Ulama dibuka pada hari ini merupakan kegiatan awal dari organisasi dan akan merumuskan berbagai agenda utama dan sangat penting untuk diterapkan kedepan.Dan lanjut Asisten II Sukadi, ini merupakan momentum penting bagi Muslimat NU Kabupaten Nabire dalam menentukan gerak langkah dalam mengambil kebijakan, sebagai bagian dari upaya yang dapat memberikan harapan, kedepan Muslimat NU Nabire menjadi suatu organisasi yang lebih baik dan mandiri yang selanjutnya dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini khususnya.Untuk itu, harap bupati, agar Muslimat NU lebih berperan sebagai penggerak di dalam memberdayakan masyarakat dalam segal sektor pembangunan, dengan menyikapi dampak perubahan yang ditimbulkan dari era globalisasi. “Saya mengajak kepada komponen masyarakat khususnya Muslimat NU agar dalam program kerjanya agar memperhatikan hal-hal yang meliputi peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan masyarakat, tetap memegang teguh prinsip ahlusunnah waljamaah dalam kehidupan, dimana penduduk Nabire adalah masyarakat majemuk,” menurutnya.Mari kita tingkatkan, kata bupati, kewaspadaan terhadap kemungkinan penyusupan kelompok-kelompok yang merupakan korban dari pendidikan yang salah dan memiliki orientasi agama yang keliru dan tetap memelihara situasi dan kondidi agar daerah ini tetap berada dalam keadaan kondusif guna terwujudnya masyarakat Nabire yang berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri.Pada kesempatan itu, bupati mengingatkan kepada pserta Konfercab Muslimat NU agar selalu memahami dengan baik 2 hal yang mendasar, yakni pertama dalam pelaksanaan Konfercab hendaknya mampu merumuskan rencana dan program kerja yang disesuaikan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Nabire, yaitu program kerja yang mudah dilaksanakan dan mudah pula dievaluasi.Kedua, jadikalah Konfercab ini sebagai sarana berdemokrasi dengan meletakkan sikap demokrasi diatas segalanya. Dengan demikian maka dalam musyawarah ini diharapkan dapat menetapkan kepengurusan yang demokratis, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan serta tentunya disesuaikan dengan apa yang digariskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). (wan)
Bagikan artikel ini



