Bupati Buka Ekspedisi Saireri WWF KM Gurano Bintang
NABIRE - Sabtu kemarin (4/6), bertempat di halaman Sekolah Kampung Kwatisore telah diselenggarakan kegiatan Ekspedisi Saireri WWF KM. Gurano Bintang. Kegiatan ini bertemakan ‘Menjelajah Kepulauan Yapen dan Biak Membingkai Potensi Alam dan Sosial Ekonomi Masyarakat Guna Pemb
Bagikan
NABIRE - Sabtu kemarin (4/6), bertempat di halaman Sekolah Kampung Kwatisore telah diselenggarakan kegiatan Ekspedisi Saireri WWF KM. Gurano Bintang. Kegiatan ini bertemakan ‘Menjelajah Kepulauan Yapen dan Biak Membingkai Potensi Alam dan Sosial Ekonomi Masyarakat Guna Pembangunan yang Berkelanjutan di Teluk Saireri’.
Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, sebelum membuka kegiatan tersebut, diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nabire Drs. Blasius Nuhuyanan mengatakan, pengembangan pariwisata alam termasuk obyek, daya tarik serta usaha yang terkait dengan wisata alam tersebut. Maka tujuan dari pengelolaan pariwisata alam adalah untuk meningkatkan pemanfaatan keunikan, keindahan alam keanekaragaman hayati serta ekosistemnya.Dikatakan, selain potensi keanekaragaman hayati yang tinggi Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) juga memiliki obyek wisata, seperti wisata bahari, obyek wisata pantai/pesisir, obyek wisata sejarah dan budaya.Dilihat dari jumlah pengunjung ini, menurutnya, menunjukkan bahwa kawasan TNTC merupakan salah satu kawasan yang hendaknya harus menjadi perhatian kita semua dalam upaya pengembangannya, termasuk sarana penunjangnya seperti penginapan dan lain-lain yang dibutuhkan, serta yang paling utama kita harus mampu memberikan rasa aman bagi pengunjung.Sebab, dengan demikian akan memberikan kontribusi pendapatan daerah serta akan menciptakan lapangan kerja bagi sektor lainnya, dan selanjutnya akan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat terutama yang berada di sekitar kawasan.Tambahnya, perlu kita ketahui bersama bahwa pengembangan pariwisata di kawasan TNTC sangat erat kaitannya dengan visi dan misi Kabupaten Nabire, yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam.“Pengembangan pariwisata alam di kawasan TNTC yang begitu luas, tentunya tidak bisa dilaksanakan hanya oleh satu organisasi atau instansi saja, namun harus dilakukan oleh semua pihak terkait, baik langsung maupun tidak langsung,” katanya.Semua pemangku kepentingan, harap dia, harus memiliki kepedulian dan komitmen untuk melaksanakan pengembangan pariwisata alam. Sebab, pengembangan TNTC tidak sepenuhnya tanggung jawab pemerintah, akan tetapi merupakan tanggung jawab kita semua, yakni pemerintah, swasta, LSM dan masyarakat. (modes)
Bagikan artikel ini



