Bupati Apresiasi Langkah Gugus Tugas Perangi Covid-19 di Intan Jaya
SUGAPA - Atas nama pemerintah, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si memberi apresiasi kepada tim Gugus Tugas Pencegahan dan
Bagikan
SUGAPA - Atas nama pemerintah, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natalis Tabuni, SS.,M.Si memberi apresiasi kepada tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 Kabupaten Intan Jaya yang telah mengambil langkah konkrit dalam upaya memerangi masuknya wabah Covid-19 di seluruh wilayah pemerintahan kabupaten Intan Jaya. Dalam pers rilisnya yang disampaikan ke Humas dan Protokoler Setda Intan Jaya, diteruskan oleh Kabag Humas Intan Jaya, Belkias K. Kabak, SH dan diterima media ini semalam, Bupati Intan Jaya mengaku baru bisa naik ke Sugapa awal pekan kemarin lantaran dalam masa isolasi mandiri di Nabire selama 14 hari. Usai menjalani dan terkena isolasi wilayah dan isolasi mandiri di Nabire karena perjalanan keluar daerah saat menghadiri acara Partai Demokrat di Jakarta beberapa waktu lalu. “Sehingga tadi, 15 April 2020 saya baru tiba di Sugapa. Tindakan mandiri ini saya lakukan guna menjaga diri sendiri dan juga orang lain, baik orang terdekat (keluarga) dan juga masyarakat saya yang berada di Sugapa,” tegasnya. Namun, ungkapnya tim gugus tugas Covid-19 yang dibentuk di Nabire sudah berada di Sugapa sejak tanggal 4 April 2020 dan telah melakukan langkah-langkah pencegahan baik dari sektor kesehatan, sosialisasi sampai kepada tahapan-tahapan social distancing yang dianjurkan pemerintah tingkat atas. Ditambahkan orang nomor wahid (01) Intan Jaya itu, dari hasil laporan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya Yunus Mirip, S.pd (Kepala BPBD), dan setelah dievaluasi kembali memang kami akui belum maksimal tim saat turun di lapangan. “Saya pribadi mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh tim pencegahan dan penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya ini,” ujarnya. “Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, baik tokoh agama, pemuda dan seluruh masyarakat yang peduli mengambil bagian melakukan tindakan-tindakan awal sebelum pemerintah mengeluarkan edaran (imbauan) resmi terkait dengan pembatasan sosial/social distancing di wilayah Kabupaten Intan Jaya,” tambah bupati. Walaupun di ibukota kabupaten Intan Jaya, Sugapa belum ada kasus corona, pemerintah kabupaten (Pemkab) melalui tim gugus tugas Covid-19 Intan Jaya tak akan lengah, bahkan lalai untuk memberikan jaminan kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat akan dampak dari penyebaran wabah yang telah menglobal ini. Mengingat saat ini status waspada, dengan pembatasan sosial dan wilayah antar kabupaten yang menjadi pintu masuk/keluar orang, seperti akses penerbangan dan jalan darat, maka konsekwensinya Pemkab Intan Jaya tidak boleh mengalami inflasi daerah. Pemerintah, tambahnya, tentu melakukan upaya guna mengontrol perekonomian, harga barang di kios-kios harus tetap stabil sebelum dan sesudah ada pandemi Covid-19, dengan catatan pemerintah tetap membuka akses transportasi udara guna mengangkut logistik, BBM, keperluan peralatan medis tim Covid-19 termasuk obat-obatan, bahan-bahan bangunan serta sembilan bahan pokok sebagai kebutuhan primer masyarakat di Sugapa. “Kesejahteraan masyarakat hingga tingkat paling bawah diatas segala-galanya. Kesehatan masyarakat kita harus jaga dan jadi prioritas utama serta kesejahteraan umum perlu diperhatikan pula dan yang diutamakan,” pungkasnya.(wan/humas inja)
Bagikan artikel ini



