NABIRE - Brigade Infanteri (Brigif) 82/Wuyou Korako Bidao (WKB) secara resmi disambut dalam sebuah upacara meriah di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Upacara penyambutan yang berlangsung di Markas Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 12/Oharo Hesowa Hubana (OHH), Sabtu (26/07/2025), menandai dimulainya tugas pokok Brigif 82/WKB yang berorientasi pada pembangunan teritorial.

Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI Fritz WR Pelamonia, dalam wawancaranya dengan awak media usai upacara menegaskan, tugas utama Brigif ini adalah membantu pembangunan di segala sisi. 

"Tugas pokok mereka sesuai dengan nama batalyon mereka, teritorial pembangunan. Jadi memang titik beratnya mereka itu akan membantu pembangunan di segala sisi," jelas Brigjen TNI Pelamonia.

Pembangunan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, melainkan juga mencakup berbagai bidang lain seperti peternakan, perikanan, pertanian dan sektor-sektor strategis lainnya. 

Brigjen TNI Pelamonia juga menekankan bahwa tugas Brigif 82/WKB tidak hanya berfokus pada internal TNI, tetapi juga memiliki orientasi yang kuat untuk membantu masyarakat secara keseluruhan. 

"Untuk tugas mereka bukan hanya ke dalam interen kita TNI atau satuan TNI yang ada di sini, tetapi ke seluruh, lebih cenderung kepada membantu masyarakat yang ada," tegasnya.

Danrem 173/PVB menjelaskan, kehadiran Brigif ini bersama dengan jajaran batalyon teritorial yang ada, memiliki tujuan inti untuk membangun daerah. 

"Brigif ini dengan jajaran batalyon-batalyon teritorial yang ada itu, intinya untuk membangun daerah. Dan bukan hanya untuk di kesatria saja, tetapi lebih khususnya, lebih umum lagi itu kepada masyarakat. Itu tugas pokok kita TNI tetap. Itu yang paling faktor utama," ujarnya.

Rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Brigif 82/WKB diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2025 ini. "Realisasi pembangunan Brigif ini, Mako Brigif ini rencana dalam tahun 2025 ini," ungkap Brigjen TNI Pelamonia, seraya menambahkan bahwa Komandan Brigif telah mendapat instruksi langsung dari Jakarta terkait hal tersebut.

Meskipun saat ini jumlah personel Brigif 82/WKB yang telah tiba masih sekitar 30 persen dari total yang dibutuhkan (sekitar 114 dari 321 orang), Danrem memastikan bahwa kelengkapan personel akan segera dipenuhi. Personel yang saat ini dalam proses pendidikan di berbagai Rindam tersebar di seluruh Indonesia diharapkan segera bergabung.

Brigjen TNI Pelamonia menyampaikan harapannya agar para prajurit Brigif 82/WKB dapat berkontribusi maksimal bagi masyarakat Papua. "Harapan saya yang tadi saya sampaikan dalam sambutan saya juga bahwa mereka ini datang di wilayah Papua ini dengan harapan saya bahwa mereka bisa membantu masyarakat dengan segala kemampuan yang mereka miliki yaitu ada kemampuan pembangun konstruksi, pertanian, perikanan dan sebagainya," ujarnya. 

Contoh nyata kolaborasi TNI dengan masyarakat telah terbukti melalui kegiatan penyiraman hama dan pupuk menggunakan drone bersama kelompok tani di SP1. "Ini ilmu yang mereka dapat nanti bisa diaplikasikan kepada masyarakat sekeliling yang kita bisa membantu mereka," kenang Danrem. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata dari salah satu delapan wajib TNI, yaitu membantu kesulitan rakyat sepenuhnya. "Salah satu kita TNI harus lebih dekat dengan masyarakat dan masyarakat tidak ada jarak dengan kita, apapun permasalahan masyarakat kita harus bantu. Karena di dalam 8 wajib TNI itu, itu salah satu adalah membantu kesulitan rakyat sepenuhnya," pungkas Brigjen TNI Pelamonia.(sam)