NABIRE - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire guna menekankan dua hal penting yang menjadi fokus melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD), yakni pengguna data yang akurat dan kolaborasi antara BPS dan Pemda Nabire.

Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Perkasa Ginting, S.ST menyampaikan, di era digital dan informasi yang semakin kompleks, penggunaan data yang tepat menjadi pondasi utama dalam pengambilan keputusan.

Data yang akurat dan relevan tidak hanya membantu. "Kita memahami kondisi saat ini, tetapi juga memungkinkan untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik dan tepat sasaran," ucapnya, tanpa data yang valid keputusan yang diambil berisiko tidak efesien dan bisa jadi kurang efektif dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Pemanfaatan data yang baik tidak dapat dilakukan sendirian. Kolaborasi antara BPS sebagai pembina data dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan, bahwa data yang digunakan oleh semua pihak bersifat konsisten, valid dan dipertanggungjawabkan, kata Dio Benuvin, di Aula RRI (03/10/2024).

Dio Benuvin menambahkan, BPS berperan penting dalam menyediakan data yang berkualitas dan metodologis. Sementara pemerintah daerah adalah ujung tombak dalam pemanfaatannya untuk perencanaan dan pembangunan daerah. Kerjasama yang erat antara BPS dan pemerintah daerah akan memperkuat kapabilitas.

Dalam mengelola dan memanfaatkan data, akan mendukung pelaksanaan program-program pembangunan yang lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, melalui sosialisasi ini diharapkan terjalin sinergi yang lebih baik dalam pengumpulan, pengelolaan dan pemanfaatan data demi kepentingan bersama.

"Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara atas kerja kerasnya, serta kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah hadir untuk mendukung acara ini," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Wili Andika mengatakan, BPS memiliki beberapa data strategis yang menjadi basis pembangunan. "Kita sebut saja misal data kependudukan, PDRB, kemiskinan, ketenagakerjaan dan inflasi," katanya.

Dirinya yakin bahwa pimpinan yang menguasai data akan menjadi tangguh dan cerdas. Data statistik yang benar adalah bagian dari pengetahuan yang mencerdaskan atau obyektivitas realita. Masyarakat yang terbiasa menggunakan data dalam kehidupannya akan meningkatkan kemampuan dalam berpikir. "Harapan kami, bapak dan ibu peserta dapat berkontribusi aktif dalam diskusi dan mampu menjadi agen-agen statistik di instansi masing-masing untuk meningkatkan pengetahuan khususnya tentang pentingnya data dan penyelenggaraan statistik di masing-masing institusi," ujarnya.

Wili menambahkan, FGD ini bukan hanya seremonial atau pura-pura, melainkan suatu bentuk tanggung jawab yang sifatnya segera. Data statistik memang bukan segala-galanya, tetapi tanpa data akan kehilangan segala-galanya.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh pimpinan atau perwakilan dari 33 OPD, Plt Bupati Nabire, akademisi Nabire, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Kepala DPMK Nabire, Kepala Bappeda Nabire yang diwakili serta staf-staf BPS.(sam)