BPJS dan Pemda Bahas JKN-KIS
NABIRE - Forum kemitraan koordinasi pemangku kepentingan Kabupaten Nabire BPJS dan Pemda membahas tentang masalah kesehatan melalui pelayan
Bagikan
NABIRE - Forum kemitraan koordinasi pemangku kepentingan Kabupaten Nabire BPJS dan Pemda
membahas tentang masalah kesehatan melalui pelayanan kartu JKN - KIS kepada
masyarakat, khususnya orang asli Papua dan pada umumnya masyarakat di Kabupaten
Nabire, pada Senin (29/1), bertempat di ruang rapat Setda Nabire. Bupati Nabire Isaias Douw, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Drs. I Wayan
Mintaya dalam penjelasannya menyampaikan kita bersyukur pada kesempatan ini diberi
kesehatan dan kita bicara masalah kesehatan dalam rangka pertemuan forum
koordinasi kemitraan pemangku
kepentingan, khususnya dalam penandatanganan JKN-KIS, berbicara masalah
kesehatan tentu kita sama-sama sadari bahwa kesehatan merupakan salah satu kebutuhan
dasar bagi setiap orang. Dikatakan, bukan merugikan manusia akan tetapi membutuhkan kesehatan binatang pemeliharaan
contohnya ada dimana-mana dokter hewan, ada klinik hewan dan lain sebagainya,
khususnya untuk manusia bahwa kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar
dengan demikian mau tidak mau suka tidak suka bahwa kesehatan setiap orang
terjaga danterpelihara baik. Dalam rangka mendukung aktivitas lainnya, agar kondisi kesehatan yang baik aktivitas lain
berpengaruh, disisi lain perkembangan global, perkembangan ilmu teknologi juga
perkembangan penyakit semakan bervariasi kadang-kadang pengobatan atau
penanangan atau teknologi kesehatan
kalah cepat dari pada dunia penyakit-penyakit baru, sehingga ada kesan
orang yang sakit tidak mau penyakit-penyakit yang baru timbul bisa tertangani
dengan baik. “Tetapi itu merupakan penyakit-penyakit yang lama saya pikir sudah tidak masalah di
Kabupaten Nabire, keluhan masyarakat yang selama ini sepintas kita amati itu
sering kali ada bunyi sirene dari rumah sakit melewati ke jalan raya dengan
bunyi sirene pasti ada orang mati. Tingkat kematian di Kabupaten Nabire orang
nilai akan meningkat, itu apakah ini orang penduduk Kabupaten Nabire atau
diluar dari Kabupaten Nabire, kita perlu kaji bersama,” terang Sekda Wayan. Terlebih khusus pelayanan kesehatan Orang Asli Papua (OAP), imbuhnya, juga belum dilakukan
secara maksimal, dimana letaknya itu kita bisa cari jalan keluar melalui
pelayanan program sehat dan lain
sebagainya. “Sebenarnya muaranya semuanya bagaimana kita meningkatkan derajat
kesehatan yang baik kepada masyarakat khususnya pelayanan pasien baik dari
rumah sakit umum maupun Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Nabire yang ada secara
baik,” ujarnya.(modes)
Bagikan artikel ini



