NABIRE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire meninjau titik-titik rawan banjir di wilayah Distrik Teluk Kimi pada Kamis (18/11). Peninjauan tersebut didampingi Kepala Distrik Teluk Kimi. Sementara titik-titik rawan banjir di Distrik Yaro sudah disampaikan kepada Badan Penanggulan Bencana Nasional (BPBN) tinggal menunggu jawaban.

Kepala BPBD Kabupaten Nabire, Victor Fun usai kembali dari Teluk Kimi, di ruang kerjanya, menjelaskan BPBD meninjau titik-titik rawan bencana banjir seperti terjadi 1 bulan lalu di wilayah Distrik Teluk Kimi, untuk mengidentifikasi sasaran penanganan bencana sebagai bahan koordinasi bersama instansi terkait. Karena untuk penanggulangan bencana perlu ditangani secara terpadu antar instansi terkait untuk mencegah terjadinya musibah banjir lagi pada waktu-waktu mendatang.

Menurut BPBD, beberapa titik rawan banjir di Teluk Kimi yakni kali di Jembatan Kipur, Kali Kimi dan Kali Korowa Samabusa,

Victor Fun menjelaskan, menangani ancaman banjir tidak hanya urusan BPBD tetapi perlu keterlibatan instansi terkait. BPBD sendiri tidak menangani kegiatan fisik seperti jembatan tetapi itu tanggungjawab instansi teknis, seperti Dinas Pekerjaan Umum (DPU), sekalipun BPBD bisa mebangun jembatan darurat saat musibah. Penanganan pemukiman dan bangunan di pinggir kali dan daerah aliran sungai (DAS) merupakan tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup, demikian juga halnya dengan pengambilan batu dan pasir di kali.

Kepala BPBD menambahkan setelah meninjau titik-titik rawan banjir di Teluk Kimi akan dikoordinasikan dengan instansi teknis yang terkait. Hasil koordinasi dan menghitung kebutuhan untuk menangani penanggulangannya akan disampaikan kepada Bupati supaya dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan melobi dana ke pemerintah pusat.


Penanganan Yaro 


Ketika ditanya soal penanganan bencana banjir Yaro, Kepala BPBD, Victor Fun mengatakan jalan ke Yaro II yang termakan Kali Yaro akan menjadi prioritas. Tetapi sebelumnya, akan dibangun jalan jalur luar depan Yaro II.

Victor menambahkan menangani bencana banjir Yaro, 3 titik akan menjadi fokus pemerintah. Untuk normalisasi Kali Yaro membutuhkan dana besar sehingga akan diutamakan kepada 3 titik rawan banjir di Yaro.

Untuk penanganan bencana banjir Yaro, kata Victor, sudah diusulkan ke Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN). Karena untuk menangani bencana banjir di Yaro membutuhkan dana puluhan milyar.  


Himbauan 


Untuk menghindari erosi dan musibah banjir pada saat musim hujan, Kepala BPBD Kabupaten Nabire, Victor Fun menghimbau agar tidak membuka lahan, membangun dan bermukim di pinggir kali dan daerah aliran sungai. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak membuang sampah ke kali dan menjaga kelestarian sepanjang kali.

Untuk menghadapi perubahan cuaca ekstrim belakangan ini, Kepala BPBD juga menghimbau warga untuk tetap waspada mengikuti prakiraan cuaca dari Balai Meteorologi dan Geofisika (BMG) Nabire yang dikeluarkan setiap hari untuk mengantipasi terjadinya perubahan cuaca mendadak. (ans)