BPBD Nabire Gencar Sosialisasi Penanganan Bencana Alam
NABIRE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire gencar melaksanakan sosialisasi penanganan bencana alam dengan me
Bagikan
NABIRE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire gencar melaksanakan sosialisasi penanganan bencana alam dengan melibatkan sekolah dan instansi pemerintah melalui kantor dan pelayanan umum seperti rumah sakit dan Puskesmas. Sudah 8 sekolah menerima sosialisasi dan beberapa kantor. Kepala BPBD Kabupaten Nabire, Victor Fun usai melaksanakan sosialisasi penanganan bencana alam kepada siswa SMA Negeri 1 Nabire, bekerjasama dengan RRI Nabire, di Aula SMA Negeri 1, Rabu (29/1) mengatakan BPBD Nabire melaksanakan sosialisasi bencana alam setiap pekan, setiap hari Rabu BPBD melaksanakan sosialisasi. Sejak genjar dengan sosialisasi bencana alam di daerah ini, Victor menambahkan, kini sudah 8 sekolah yang telah menerima sosialisasi penanganan bencana alam. Disamping sekolah, BPBD Nabire juga melaksanakan sosialisasi ke kantor dari beberapa instansi pemerintah di daerah ini. Kepala BPBD mengatakan pihaknya akan mendekati setiap sekolah untuk mensosialisasikan penanganan bencana alam kepada pelajar dan siswa melalui sekolah. Selain sekolah dan instansi pemerintah, kata Victor, BPBD juga sudah melaksanakan sosialisasi kepada rumah sakit untuk mengikuti akreditasi rumah sakit di daerah ini. Sebelum sosialisasi bencana alam dimulai, Kepala SMA Negeri 1 Nabire, Septina Auparay menyampaikan terima kasih kepada BPBD dan RRI Nabire karena para siswanya akan mendapat pengetahuan tentang penanganan bencana alam sebagai bekal anak didik ketika menghadapi bencana alam. Saat sosialisasi, Kepala BPBD, mengatakan, banyaknya korban saat bencana alam karena orang panik menghadapi bencana. Karena panik, saat tsunami saja bisa ke arah laut dan mereka yang ke arah laut justru korban tsunami. Oleh sebab itu, setiap warga, termasuk siswa SMA N1, perlu mengetahui bagaimana menangani bencana alam agar tidak banyak korban bencana alam. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, ketika menghadapi bencana alam gempa bumi, tidak usah panik tetapi berlindung dibawah meja dan jauh dari jendela kaca. Karena dekat jendela, bisa cedera dari pecahan kaca jendela. Apabila keluar, tangan harus di atas kepala untuk menghindari kepala dari reruntuhan dan benda lainnya. Dan harus berkumpul di lokasi yang aman. Kepala BPBD juga meminta para siswa untuk memperhatikan rambu-rambu bencana alam yang sudah dipasang di dalam kota. Karena, sudah ada rambu yang menunjukkan di mana lokasi yang rawan tsunami, banjir, dan longsor. BPBD juga memasang jalur evakuasi dan titik evakuasi sebagai lokasi aman. Victro Fun menyebut, Bukit Meriam sebagai lokasi yang aman dari ancaman bencana alam tsunami di daerah ini. Selain Meriam, juga ada beberapa lokasi titik aman lain yang sudah dipatok melalui rambu bencana. Victor Fun juga mengajak, siswa/ SMA Negeri 1 untuk menjaga rambu-rambu bencana alam yang sudah ada karena fasilitas tersebut dipasang untuk melindungi warga di daerah ini dari ancaman bencana alam. Dalam sosialisasi, BPBD Nabire mensimulasikan penanganan bencana gempa bumi, berlindung di bawah meja dan jauh dari jendela kaca, keluar dengan tangan diatas kepala, dan mencari tempat yang aman. Simulasi tersebut, diperagakan juga oleh siswa SMA. Sosialisasi tersebut disampaikan selain Kepala BPBD Nabire, Victor Fun juga Kepala Bidang Kedaruratan dan Logisitik BPBD, Menase Yoteni dan penyuluh penanganan bencana, Paulus dari BPBD Nabire, didampingi Kepala SMA, Septina Auparay. (ans)
Bagikan artikel ini



