Jayapura,- Realisasi investasi proyek penanaman modal pada di Papua sebesar Rp 18,5 triliun, dan realisasi investasi di Provinsi Papua dalam kurung waktu lima tahun cenderung mengalami peningkatan yang sangat pesat.   Oleh karena itu, Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Papua berani target pada tahun 2013 oleh Oleh pemerintah pusat, Pemprov Papua diberi target realisasi investasi Rp 5,6 triliun, namun ternyata sampai bulan September 2014 telah tercapai Rp 18,5 triliun atau over target,” ungkap Kepala BKPM Provinsi Papua, Purnama, MPIA, kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin. Dikatakannya, target yang direalisasi tersebut tentu bukan kerja kerasnya sendiri, tetapi ini semua kerja keras dari semua pihak. Berdasarkan pencapaian itu, lanjutnya, tahun 2014, Provinsi Papua diberikan target sekitar Rp 14 triliun. Purnama mengungkapkan bahwa untuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA) rangkingnya menempati urutan keempat di Indonesia dari 34 provinsi, sedangkan untuk realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Jadi, dalam investasi ini, Papua menjadi sangat perhitungan sebagai daerah tujuan investasi dari 34 provinsi di Indonesia,” ujarnya. Diakui, dalam perkembangan investasi di Provinsi Papua  dalam 5 tahun terakhir dari 2008 – 2013 ini, selalu mengalami kenaikan yang sangat menggembirakan baik untuk realisasi investasi dari PMA maupun PMDN. Diungkapkan, jika dilihat dari angka kenaikannya realisasi investasi di Provinsi Papua itu, maka PMDN jauh lebih lebih besar, karena PMDN sangat ketinggalan sekali, namun setelah recovery sehingga lebih cepat kenaikan investasinya. Bahkan, kenaikan realisasi investasi PMDN yang paling menonjol terjadi pada tahun 2012, yakni PMDN mengalami kenaikan 155,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini realisasi yang penting, bukan rencana investasi. Untuk tahun 2013 ini, perkiraan hitungan sementara kenaikannya memang sedikit sekitar 27,8 persen, karena tahun lalu mengalami kenaikan yang cukup tinggi, namun tetap tergolong tinggi,” ujarnya. Ditambahkan, untuk realisasi investasi  PMA memang perkembangannya berfluktuasi karena sangat tergantung dari situasi perekonomian dunia, misalnya jika ada gejolak atau krisis moneter maka investor mengerem melakukan investasinya.