NABIRE - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Papua menggelar kegiatan fasilitasi dan pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kabupaten Nabire. 

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kabupaten Nabire, Yulianus Kayame, mewakili Kepala DPPKB Syarifudin ini menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia mulai dari tingkat keluarga.

Yulianus Kayame dalam sambutannya menyampaikan, rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini, seraya menekankan pentingnya program pembangunan manusia yang berfokus pada keluarga. 

Meskipun masih banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya program KB, ia meyakini bahwa pembentukan kampung KB merupakan solusi strategis yang tepat untuk menjawab tantangan pembangunan bangsa di setiap wilayah. Program ini, kata dia, mengintegrasikan tujuh fungsi keluarga sebagai kunci untuk memajukan pembangunan dan kemakmuran rakyat.

Kabupaten Nabire sendiri telah memulai pembentukan kampung KB sejak tahun 2018, kemudian bertambah menjadi 15 kampung KB pada tahun 2019 dan kini total mencapai 16 Kampung KB. 

Meskipun menghadapi tantangan, terutama di Papua terkait mobilisasi kader aktif, Kayame memastikan bahwa 16 kampung KB tersebut terus berupaya berjalan maksimal, didukung oleh kader dan rumah data yang sudah berjalan baik.

Ia juga menyoroti bahwa peran pemerintah adalah memfasilitasi kebutuhan, namun keberhasilan sejati program kembali kepada kedisiplinan dan kerja maksimal dari masyarakat itu sendiri. Dengan pemahaman dan implementasi yang baik terhadap program-program di dalamnya, dampak positif pembangunan akan dirasakan.

Kayame menjelaskan, bahwa kampung KB yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada Februari 2016 silam, tidak sekadar berfokus pada program KB, melainkan bersifat holistik dan terpadu (holistic integration). 

Program ini memadukan berbagai bidang pembangunan seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan hingga infrastruktur dan pelayanan administrasi kependudukan. Hal ini merupakan pintu belakang (backdoor) untuk percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di tingkat kampung.

Kegiatan fasilitasi dan pembinaan yang dilakukan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Papua ini dianggap sangat penting. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh pihak benar-benar memahami bagaimana membangun dan mengatur keluarga demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Menutup sambutannya, Yulianus Kayame atas nama Kepala Perwakilan Provinsi Papua secara resmi membuka kegiatan fasilitasi dan pembinaan kampung keluarga berencana tersebut. Acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan penyampaian materi oleh tim Kelompok Kerja (Pokja) Kampung KB.(sam)