DEIYAI – Belakangan ini hangat isu yang tak sedap, bagi pihak BKDSDM di kalangan masyarakat, yang menyebutkan adanya oknum tertentu yang ngaku dan mengatasnamakan pejabat dan pegawai BKDSDM untuk akan diluluskan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Deiyai.

Isu kurang sedap tersebut, telah tercium oleh pihak BKDSDM sebagai dinas terkait dan telah disikapi secara tegas.

Kepala BKDSDM Kabupaten Deiyai, Yusak Adii, S.STP menegaskan, kepada para pelamar, penganggur dan warga masyarakat, jika ada oknum yang ngaku dan mengatasnamakan pejabat maupun pegawai BKDSDM Deiyai, untuk diluluskan CPNS tahun 2024, P3K, maupun dalam penerimaan CPNS berikutnya, jangan terima dan jangan percaya. Karena itu sangat tidak benar. Penipuan dan itu hoax. Para pejabat dan pegawai BKDSDM, tidak pernah lakukan seperti itu untuk meluluskan CPNS.

“Oknum-oknum yang ngaku dapat meluluskan CPNS dengan menggunakan nama- nama pejabat maupun nama pegawai BKDSDM, tidak boleh percaya. Jika ada oknum yang ngaku seperti itu langsung lapor ke BKDSDM, bila perlu dilaporkan kepada yang berwajib. Oknum seperti itu tidak bertanggung jawab, hanya mau mencari kepentingan dengan menjual nama baik orang lain dan pejabat ataupun pegawai BKDSDM,” tegasnya.

Lanjutnya, jika mendengar isu miring seperti itu dan lihat oknum yang menerima berkas untuk meluluskan CPNS, dengan mengaku bahwa jatah pejabat atau jatah orang BKDSDM itu tidak benar. Jangan percaya, ini penipuan murni.

Dia juga kembali mengingatkan, jika ada orang yang merasa dirugikan, karena penipuan seperti, lalu datang mengaku ke BKDSDM, untuk meminta pertanggungjawaban kerugiannya, pihak BKDSDM, pastinya tidak akan tanggung jawab.

Perbuatan seperti itu, di luar tanggung jawab BKDSDM, maka dirinya kembali berharap, kepada para pelamar dan penggangur, jangan percaya dengan mengiming-iming dan janji palsu. Perlu diperhatikan untuk tidak dipercayai.

“Pelaksanaan penerimaan CPNS tahun 2024, yang dilakukan secara online itu juga sesuai dengan sistem, ketentuan dan aturan yang ditetapkan dari Menpan-RB dan BKN pusat. Bagi pelamar yang telah dinyatakan lulus tes CPNS sesuai dengan nilai tes online yang diperoleh sebagai peserta tes CPNS, bukan lulus karena jatah pejabat dan lainnya. Hal itu perlu dipahami Bersama agar jangan sebarkan isu yang kurang berkenan bagi orang,” katanya.

Proses pelaksanaan perekrutan CPNS yang telah dilakukan secara online, salah satu tujuannya hanya untuk menghindari hal-hal kecurigaan jatah dan lain sebagainya, dari pelamar mapun dari masyarakat kepada Pihak BKDSDM.

Oleh karena itu, dia menambahkan, jika ada oknum mengaku dengan mengataskan pejabat jangan percaya dan tidak boleh diterima, itu hoax.(hbb)