Bersama OPD dan Pelajar, DLHKP Grebek Sampah di Pantai Nabire
NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Tengah dan pihak sekolah tingkat SMA (pelajar) membersihkan sampah yang berada di sepanjang bibir pantai dan taman Pantai Nabire, Kamis (28/02/25) kemarin.

NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah, bersama beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Tengah dan pihak sekolah tingkat SMA (pelajar) membersihkan sampah yang berada di sepanjang bibir pantai dan taman Pantai Nabire, Kamis (28/02/25) kemarin.
Kegiatan tersebut dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025 yang sudah dimulai dari bulan Januari hingga Juni 2025 mendatang, melalui ragam kegiatan peduli sampah tingkat nasional dan daerah yang dilaksanakan oleh pemerintah/pemerintah daerah, dunia usaha dan elemen masyarakat.

Kepala DLHKP Papua Tengah, Yan Richard Pugu, S.Hut.,M.Si kepada Papuapos Nabire, mengatakan hari ini bersama beberapa rekan dan masyarakat juga TNI-Polri dan anak sekolah tingkat SMA terjun langsung di sepanjang Pantai Nabire untuk berkolaborasi membersihkan sampah.
Peringatan HPSN tahun 2025 mengambil tema, ‘Kolaborasi untuk Indonesia Bersih’. Adapun maksud dan tujuan peringatan HPSN 2025, yakni pertama, memperkuat komitmen dan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan sampah.
Kedua, memperkuat partisipasi publik dalam upaya mencapai zero emisi melalui gerakan memilah sampah dan ketiga, memperkuat komitmen dan peran aktif produsen dan pelaku usaha lainnya dalam implementasi bisnis hijau (green business) dengan menjadikan sampah sebagai bahan baku ekonomi, terakhir rantai nilai pengelolaan sampah di seluruh sektor.
Dikatakan, sebagai bagian dari upaya untuk menuju pengelolaan sampah yang terintegrasi, dibutuhkan kontribusi dan kerjasama yang komprehensif dari pemerintah, pemerintah daerah bersama dengan pelaku usaha, institusi non-pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, yang berperan sebagai sumber penghasil sampah sekaligus merupakan pihak yang wajib berkontribusi terhadap implementasi solusi nyata dalam pengelolaan sampah.
Berkaitan dengan hal tersebut, dalam rangka HPSN, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup akan melaksanakan rangkaian kegiatan yang berfokus pada peningkatan upaya masif dari hulu ke hilir dengan menitikberatkan pada pengelolaan sampah terpadu untuk mendukung tujuan minim sampah.

Kegiatan aksi bersih pasar, pantai, laut, gunung dan sungai yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota se Indonesia melibatkan Pemda, sekolah, komunitas, pelaku usaha dan elemen masyarakat lainnya dengan dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing wilayah.
Pengelolaan sampah telah menjadi isu global dan nasional yang sampai saat ini masih menjadi permasalahan dan terus diupayakan penyelesaiannya.
Berdasarkan data pada Global Waste Management Outlook 2024, masih terdapat 38 persen sampah global yang tidak terkelola dengan baik, yang berkontribusi pada Triple Planetary Crisis atau perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan.(rob/josep)
Bagikan artikel ini



