NABIRE - Berdirinya alumni SMA YPK Tabernakel Oyehe hanya lewat temu kasih pada tahun 2018 dengan gagasan Y. Davitzoon Manuaron, S.Pd bersama Yubelia Sayori, S.Sos dan dua rekan lainnya.

Pada pertemuan temu kasih itu yang dimotori oleh 4 orang alumni SMA YPK ini, ingin mencari teman untuk duduk bersama dan menyatukan hati guna mencari alumni SMA YPK Tabernakel Oyehe Nabire.

Dari hasil pertemuan itu, hadirlah Bupati Puncak Jaya, Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.Ip, MM sebagai pionir pendiri temu kasih antar alumni SMA YPK. Hadir Bupati YuniWonda pada bulan Februari tahun 2019 silam.

“Kehadiran Bapak Yuni Wonda diputuskan alumni harus kumpul dan melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT) YPK pada tanggal 8 Maret tahun 2019 lalu,” kata perintis berdirinya ikatan alumni SMA YPK, Y. Davitzzon Manuaron, SH kepada Papuapos pekan lalu.

Dan selanjutnya dilaksanakan peletakan pembangunan tuguh Is Kijne dan dari situlah dirubah nama temu kasih sayang menjadi ikatan alumni SMA YPK yang diresponi pada tanggal 25 Juli tahun 2019. Dan terjadilah reuni akbar sekaligus penandatanganan Tugu Is Kijne oleh para alumni.

Pada saat penandatanganan Tuguh Is Kijne dan pertemuan akbar oleh seluruh alumni SMA YPK Tabernakel Oyehe Nabire, telah hadir pula Bapak Pus YPK Dr. Nomensen ST Mambraku. Dengan demikian ikatan alumni SMA YPK berdiri dengan dasar temu kasih sayang.

Kehadiran Dr. Yuni Wonda, S.Sos, S.Ip, MM selaku alumni SMA YPK angkatan tahun 1994 yang cukup memberikan support dan dukungan serta gagasan  lahirnya ikatan alumni SMA YPK hingga saat ini dengan adanya kegiatan Mubes pertama dilaksanakan.(des)