NABIRE - Berdasarkan data Rektorat Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire telah terdata 664 alumni Uswim Nabire yang hingga saat ini belum mengambil ijazahnya setelah wisuda atau lulus, hal ini terkait dengan pembayaran biaya SPP dan pembangunan.

Untuk itu, Rektor Uswim Nabire, Petrus Tekege, SH., M.H, yang ditemui Papuapos Nabire, Rabu (14/10/2025), di ruang kerjanya mengatakan, itu data yang ada di Rektorat Uswim Nabire, sehingga telah mencari jalan keluar agar para alumni bisa kembali dan mengambil ijazahnya.

Selaku rektor berkesimpulan, dari 664 lulusan Uswim Nabire yang belum mengambil ijazah setelah lulus, berarti ada 664 lulusan Uswim yang hingga saat ini masih berstatus pengangguran alias belum punya pekerjaan.

Untuk menjawab hal tersebut, selaku rektor bersama seluruh jajaran Rektorat Uswim Nabire telah mengambil kebijakan dengan memberikan Disensasi/pemotongan 20 persen bagi alumni yang telah membayar SSP dari Semester satu hingga semester delapan.

Sehingga dari kebijakan pembayaran SPP dan pembangunan kini sudah ada 64 lulusan Uswim telah datang dan mengambil ijazahnya, sementara 600 alumni belum mengambil ijazahnya. Untuk itu, diharapkan kepada para alumni yang belum mengambil ijazah dipersilakan untuk datang ke Kampus Uswim Nabire.

Kepada para alumni yang belum mengambil ijazah, selaku Rektor Uswim menilai pemotongan atau dispensasi 20 persen itu sudah sangat bijak, terpenting tinggal menunjukan bukti-bukti pembayaran selama semester satu hingga semester delapan.

Selama ini pihak rektorat telah memberikan kebijakan untuk mahasiswa bisa mengikuti PKL, ujian proposal, menyusun skripsi, KKN dan yudisium, tetapi ke depan mahasiswa bisa mengikuti wisuda, apabila sudah melunasi SPP dan pembangunan, barulah bisa ikut wisuda.

Kewajiban membayar SPP dan pembangunan guna mengurangi beban lembaga sekaligus mengurangi beban alumni, sehingga begitu selesai mengikuti wisudah bisa hanya menunggu beberapa Minggu saja ijazah sudah bisa diambil tanpa ada hambatan, sebab SPP dan pembangunan telah lunas.

Untuk tahun akademi 2025/2026 yang akan mengikuti wisuda sebanyak 420 calon wisudawan dan wisudawati, namun semua itu baru calon belum tentu semua akan mengikuti wisuda dan bagi yang telah menyelesaikan SPP dan Pembangunan, dipastikan akan mengikuti wisuda.

Walaupn pada bulan September lalu telah diedarkan informasi lewat semua fakultas, bahwa yang telah membayar SPP dan pembangunan barulah bisa mengikuti yudisium, namun ada lagi kebijakan bagi 420 mahasiswa mengikuti yudisium, tetapi untuk wisuda semua akan ditertibkan.(des)