Beras Lokal Nabire Belum Memenuhi Standar Kerjasama Bulog
NABIRE - Beras lokal Nabire belum memenuhi standar untuk kerjasama bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Nabire. Hal ini seperti terkemuka pada saat pihak media Papuapos Nabire mengunjungi Bulog Nabire, pukul 12.00 WIT di Nabarua, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (03/01/2025).

NABIRE - Beras lokal Nabire belum memenuhi standar untuk kerjasama bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) Nabire. Hal ini seperti terkemuka pada saat pihak media Papuapos Nabire mengunjungi Bulog Nabire, pukul 12.00 WIT di Nabarua, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (03/01/2025).
Imamul Hakim bagian Tata Usaha (TU) Bulog Nabire menjelaskan, mengenai beras lokal yang ada di Nabire belum bisa memenuhi standar. Bila semua sudah memenuhi standar, maka pihak Bulog akan bekerjasama dengan petani lokal Nabire.
Dijelaskannya, beras lokal yang ada di Nabire, bila memenuhi syarat dan ketentuan maka akan dilakukan kerjasama. Dimana hal ini beras lokal kadar airnya harus 14%, sehingga beras akan baik, kalau kadar air lebih dari 14 persen, lantaran akan mengakibatkan beras akan lebih cepat rusak atau membusuk nantinya.
Lanjutnya, butir beras patah minimal 25% agar lebih bagus kwalitas ketika dikonsumsi. Butir menir maksimal 2% dan harga pembelian pemerintah Rp12.000. “Sehingga petani lokal Nabire belum memenuhi standar dan harga sesuai dengan pemerintah dalam hal ini petani lokal menjual beras lebih tinggi,” kata dia.
Berikut syarat dari Bulog dan sebelum beras dibeli oleh Bulog kualitasnya harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, untuk pembelian beras pemerintah standarnya yaitu, derajat sosoh minimal 100%, kadar air maksimal 14%, butir patah maksimal 25% dan butir menir maksimal 2 persen.
“Bulog Nabire belum bisa menyerap beras di mitra penggilingan beras di Nabire, dikarenakan harga yang masih relatif tinggi, yakni dikisaran Rp13 ribu sampai dengan Rp13.500, sedangkan harga pembelian beras Bulog itu 12.000/kg,” jelasnya.

Imamul menambahkan, beras yang didatangkan itu dari Jawa dan Makassar, untuk beras premiumnya sendiri pihaknya bermitra dengan penggilingan dari Makassar dan Jawa, tapi lebih banyak dari Makassar kalau ambil penggilingannya. “Dan kalau di lokal sendiri kita masih terkendala dari kualitas penggilingan itu sendiri, dari segi kualitas belum memenuhi syarat untuk masuk ke Bulog,” ucapnya.
Artinya, beras lokal yang ada di Nabire harus memenuhi standar kualitas bagus dan baik, agar bisa bekerjasama dengan pihak Bulog nantinya dan itu bisa menambah perkembangan baik untuk perekonomian Nabire khususnya.(feb)
Bagikan artikel ini



