Bentrok di Deiyai, 1 Tewas Tertembak
JAYAPURA - Bentrokan antara warga masyarakat dengan aparat keamanan TNI dan Polri meledak di Distrik Tigi Kabupaten Deiyai Papua tepatnya di lapangan Wagete, Senin 23 September sekitar pukul 11.30 WIT. Akibatnya satu warga masyarakat tewas. Juru Bicara Polda Papua AKBP S
Bagikan
JAYAPURA - Bentrokan antara warga masyarakat dengan aparat keamanan TNI dan Polri meledak di Distrik Tigi Kabupaten Deiyai Papua tepatnya di lapangan Wagete, Senin 23 September sekitar pukul 11.30 WIT. Akibatnya satu warga masyarakat tewas.
Juru Bicara Polda Papua AKBP Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan, peristiwa bentrok antara warga dengan aparat keamanan dipicu ketika aparat keamanan Polri dan TNI menggelar razia sejumlah penyakit masyarakat yakni judi, minuman keras dan senjata tajam. “Saat itu tepat hari pasar, aparat gabungan TNI Polri dipimpin Kapolsek Tigi Ipda Indra Makmur menggelar patroli rutin sekaligus menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjudian, menenggak miras dan membawa senjata tajam, tapi warga tak terima bahkan ada yang memprovokasi, sehingga melempari aparat dengan batu,”ujarnya. Sebenarnya, lanjut dia, aparat keamanan tidak melakukan balasan, tapi warga semakin anarkis, apalagi ditengarai ada 2 warga yang terus memprovokasi. Warga sambil melempar batu juga mengepung aparat keamanan dari segala penjuru. “Awalnya aparat tetap bertahan, namun masyarakat semakin anarkhis melakukan pelemparan dan mengepung dari segala penjuru, bahkan merusak 1 unit mobil toyota hilux satpol PP, yang digunakan anggota untuk berlindung,”jelasnya.Karena masyarakat semakin anarkis dengan menyerang satu anggota TNI dari Koramil Wagete, aparat keamanan mengeluarkan tembakan peringatan ke atas. Tapi masyarakat terus berindak anarkis dengan melempar dan memanah. “Akibat masyarakat semakin brutal melempari anggota dengan batu dan juga menyerang satu anggota TNI yang mengakibatkan luka pada bagian wajah, anggota melepaskan tembakan peringatan ke atas berulang kali untuk membubarkan massa, namun masyarakat semakin bertambah brutal melempar batu, memanah sehingga aparat melakukan penembakan ke arah masyarakat dan mengenai 1 orang tepat di bagian rusuk kanan tembus ke belakang punggung.Setelah itu warga mulai menghentikan aksi anarkisnya, sementara korban yang tertembak langsung di evakuasi ke RSUD Paniai. “Korban yang tertembak atas nama Julianus Mote (25) tewas dalam perjalanan dari Wagete menuju RSUD Paniai,”ucapnya. Menurut Pudjo, aksi penembakan yang dilakukan anggota dilapangan sudah sesuai prosedur. ”Aksi massa sudah sangat anarkhis melempari, menyerang bahkan melakukan penganiayaan kepada aparat keamanan. Bila tidak dilakukan aksi penembakan, akan berkembang menjadi luas.”tukasnya.Meski demikian, pihaknya tetap mencermati apa sebenarnya yang terjadi di lapangan dengan melakukan penyelidikan. ”Untuk masalah penembakan. Akan di cermati apakah tindakan aparat keamanan telah memenuhi persyaratan tindakan darurat dan terpaksa, sesuai dengan perundangan. Itu prosedur formalnya,”pungkasnya.Sementara dua orang warga yang menjadi provokator sudah diamankan. “2 orang masyarakat yang diduga provokator sehingga terjadi penyerangan dan penganiayaan sudah amankan,” singkatnya.(ist)
Bagikan artikel ini



