Belum Sehari, Palang di Jalan Trans Papua Dipupuskan Oknum Misterius
NABIRE – Tindakan DPRD Kabupaten Dogiyai mencegah masuknya virus korona di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai dengan langkah pemalan
Bagikan
NABIRE – Tindakan DPRD Kabupaten Dogiyai mencegah masuknya virus korona di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Paniai dengan langkah pemalangan Jalan Trans Papua dari km 133 hingga km 137 (kurang lebih 4 km), Rabu (08/04), ternyata belum sehari sudah dipupuskan oleh oknum misterius. Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, Rabu (08/04/20), DPRD Dogiyai melalui salah satu anggota, Agus Tebagi mengaku, pemalangan jalan merupakan solusi untuk mencegah virus korona masuk wilayah Mee Uwoo.Menurut Agus pandemi virus korona menjadi ancaman serius terhadap nyawa manusia. Sementara para tenaga medis yang bertugas posko terpadu Covid-19 di km 100 Siriwo terus dibayangi kekawatiran terpapar virus korona, lantaran minimnya APD saat bertugas. Bahkan dikalangan masyarakat hingga para pejabat terkesan rawan kesadaran terhadap kesepakatan bersama Forkopinda ketiga kabupaten. Informasi yang diterima wartawan media ini sekitar pukul 9.00 wit, Kamis (9/4/20) ada dua warga Dogiyai berboncengan menggunakan kendaraan roda dua yang sedang menuju ke Nabire melintasi jalan Trans Papua. Diketahui kedua warga awalnya sepakat untuk memikul kendaran roda dua digunakan pada bagian ruas jalan yang dipalang. Konon tepat pukul 10.46 wit tiba sampai di km 137 ternyata pemalangan tersebut telah dibuka. Pepohonan yang ditumbangkan disepanjang jalan telah tergeser di bibir kiri dan kanan jalan sehingga tanpa adanya halangan apapun kedua warga meneruskan perjalan hingga tiba di Nabire.Dilangsing Nabire Net, Kamis (9/04/20), Kapolres Nabire, AKBP Sonny Nugroho, S.IK membenarkan adanya pemalangan jalan tersebut sudah dibuka dan warga pengguna jalan sudah bisa melintas.Dijelaskan Kapolres, sesuai informasi yang diterima dari Kasat Intelkam Polres Nabire, AKP Yadang, warga sudah bisa melintasi Jalan Trans Papua (Nabire-Ilaga, red) hari ini (09/04/20). Kapolres mengaku, pihak kepolisian mengetahui setelah adanya laporan yang disampaikan warga kepada kepolisian.Lebih lanjut, Kapolres membeberkan keterangan yang diterima dari Kasat Intelkam, kedua warga tersebut baru turun dari Dogiyai Kamis pagi. Setiba di KM 137 hingga 133 ternyata pemalangan jalan tersebut sudah dibuka. Batangan pepohonan yang ditumbangkan untuk palang jalan sepanjang 4 km, ternyata telah berserakan di bibir kanan dan kiri jalan sehingga sudah bisa dilewati oleh pengguna jalan baik kendaraan roda dua maupun roda empat.Oknum yang membuka pemalangan jalan tersebut, hingga berita ini ditunkan belum terkonfermasi awak media, masih misteri. (eby)
Bagikan artikel ini



