NABIRE - Bawaslu Provinsi Papua telah intensifkan 29 Panwaslu Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Papua, untuk mengawasi jalanya Pemilu Presiden tanggal 9 Juli besok. Dimana, Bawaslu juga sudah bergerak mulai dari batas akhir kampanye kemarin, dalam rangka penertiban alat peraga kampanye dari pasangan Capres, sehingga pada masa tenang tidak ada lagi baliho atau alat peraga yang lain yang masih ada di jalan-jalan. Demikian dikatakan Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Pdt. Robert Y. Horik, MA kepada wartawan di sela-sela pembukaan Bimtek Tahapan Penyelenggaraan Pilpres kepada 45 Panwas Distrik dan 243 PPL, Senin (7/7).    Lanjutnya, dari beberapa kabupaten yang ada di Papua, ada sekitar 4 Kabupaten yang saat ini masih ada sedikit permasalahan teknis, diantaranya Kabupaten Intan Jaya ada kekurangan 1 (satu) orang Anggota Panwas Kabupaten,  begitupun di Kabupaten Paniai, ada 1 (satu) juga Anggota Panwaslu Kabupaten Nabire diberhentikan oleh DKPP, karena terlibat Partai Politik, sehingga Bawaslu Provinsi Papua berusaha untuk seluruh Anggota Panwaslu Kabupaten Intan Jaya Dan Paniai bisa lengkap dan hari ini juga akan dilakukan pelantikan dan Pergantian Antara Waktu (PAW) terhadap 1 anggota Panwaslu Kabupaten Intan Jaya dan 1 dari Kabupaten Paniai. Sehingga, Panwaslu Kabupaten Intan Jaya dan Paniai tidak berjalan pincang. “Saya berikan apresiasi kepada Panwaslu Kabupaten Nabire, karena sudah bisa berjalan dengan baik dan telah melakukan Bimtek kepada para Panwas Distrik dan PPL dan ini luara biasa, dimana dengan waktu yang sempit, namun Panwaslu Kabupaten Nabire telah melakukan tahap tersebut,” ungkapnya.  Selaku Ketua Bawaslu Provinsi Papua, dirinya juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Nabire yang mempunyai hak pilih pada Pilpres 2014, untuk tidak golput, karena 1 (satu) suara akan menentukan nasib bangsa Indonesia 5 (lima) tahun kedepan. Pilihlah sesuai dengan hati nurani dan bukan karena paksaan, tetapi memilih karena sebagai warga Negara yang baik. Bagi, pemilih yang tidak memiliki form C 6 atau undangan, bisa datang ke TPS dengan menggunakan KTP dimana dirinya terdaftar, sesuai dengan KTP tersebut. Oleh karena itu, pemilih bisa mengecek langsung dimana dirinya terdaftar. Dan Bawaslu berharap, semua Form C 6 besok sudah terbagi dan berada di tangan pemilih. Dirinya optimis, Bawaslu Provinsi Papua, Panwaslu yang ada di 29 Kabupaten/Kota bisa menjalankan fungsi pengawasan dengan baik dan akan berjalan dengan lancar.  “Khusus untuk pengawasan, Bawaslu Provinsi Papua sudah berjalan maksimal, dimana kami juga sudah melakukan evaluasi kinerja pada saat Pileg kemarin, dan kami juga sudah membuat Bimtek tahap pertama untuk Pemilu Presiden dan kami juga sudah membuat Bimtek untuk organisasi kemasyarakatan dan media masa,” paparnya. Dirinya juga berharap, Bawaslu dan Panwaslu bisa bekerja maksimal. Dan Bawaslu sangat yakin proses pengawasan pada Pilpres kali ini akan berjalan maksimal dan tidak ada permasalahan yang terjadi, terkait sistim pengawasan oleh Bawaslu. Dan Bawaslu Provinsi Papua juga punya 1.700 relawan, sehingga Bawaslu Provinsi yakin dengan pengawasan yang ketat ditambah dengan para relawan yang akan membantu mengawasi di tingkat TPS akan menambahkekuatan Bawaslu Provinsi Papua dalam proses pengawasan Pilpres 2014. (cad)