Batik Air Resmi Beroperasi, Harapan Harga Tiket Terjangkau Mengudara

NABIRE – Semangat baru membuncah di Bandar Udara Douw Aturure Nabire Papua Tengah seiring dengan pengoperasian resmi rute penerbangan Batik Air jenis Airbus A320 dengan nomor flight 8264 ke kota ini pada Kamis, (17/07/25).
Kehadiran maskapai penerbangan nasional ini disambut antusias warga dan pemerintah setempat, yang berharap dapat menjadi katalis untuk menekan harga tiket pesawat dari dan menuju Nabire yang selama ini diketahui tinggi.
Nabire, sebagai salah satu pintu gerbang penting di wilayah pesisir utara Papua Tengah, selama ini sangat bergantung pada transportasi udara untuk konektivitas. Namun, tingginya biaya operasional penerbangan di wilayah geografis yang menantang serta terbatasnya jumlah operator seringkali membuat harga tiket melambung tinggi.
Tiket sekali jalan Nabire-Jayapura atau Nabire-Jakarta bisa mencapai jutaan rupiah, menjadi beban tersendiri bagi warga biasa, pelaku usaha kecil dan keluarga yang ingin berkunjung.
Bagi salah satu masyarakat Nabire, Embun Cinta Kamania, kehadiran Batik Air membawa secercah harapan. "Saya sering harus ke Jayapura untuk urusan keluarga. Harga tiket yang mahal selalu memberatkan. Semoga dengan ada maskapai baru, harganya bisa turun dan lebih sering ada promo. Kami hanya ingin bisa terbang dengan harga yang manusiawi," harap Embun.
Kehadiran Batik Air di Nabire bukan sekadar penambahan rute, tetapi merupakan simbol harapan baru. Harapan bahwa konektivitas udara di Tanah Papua tidak lagi menjadi kemewahan, melainkan akses yang semakin terbuka dan terjangkau bagi seluruh saudara di Timur Indonesia.
Masyarakat Nabire kini menantikan realisasi harapan itu dalam bentuk angka harga tiket yang lebih ramah di kantong. Mungkinkah era keterjangkauan tiket udara Nabire benar-benar tiba? Waktu yang akan menjawab.(ppn)
Bagikan artikel ini



