NABIRE - Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Daerah, Provinsi Papua Tengah melaksanakan Monitoring Meja Semester I (Triwulan I dan II) pelaksanaan program dan kegiatan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025, di Aula Hotel Adamant Nabire, Senin (21/07/25).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, dari 21 hingga 22 Juli 2025, bertujuan untuk mengevaluasi dan memantau progres pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah. Baik dari segi fisik maupun keuangan.

Penjabat (Pj) Sekda Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, menyatakan monitoring yang baik, akan membantu dalam memastikan semua program dan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. 

“Ini adalah langkah strategis untuk mencapai sasaran yang diharapkan dan memastikan bahwa sumber daya yang tersedia digunakan secara efisien dan efektif,” tegas Silwanus dalam pembukaan.

Pasalnya menurut Silwanus, tanpa adanya monitoring yang baik, tentu berisiko berhadapan dengan masalah yang tidak terdeteksi. Masalah ini dapat berujung pada kesalahan, penundaan atau bahkan kegagalan dalam pelaksanaan program dan kegiatan. 

Lantas Ia menekankan, pelaksanaan monitoring meja ini menjadi sangat penting, terutama mengingat sudah berada pada triwulan satu dan dua tahun anggaran ini.

“Maka semua perangkat daerah untuk segera melaporkan permasalahan yang ada kepada tim monitoring meja. Dengan komunikasi yang baik dan laporan yang cepat, kita dapat mengambil tindakan yang tepat dan cepat agar tidak menghambat pelaksanaan program yang sudah direncanakan,” pintanya. 

“Saya meminta agar seluruh laporan perangkat daerah disampaikan dengan transparan dan akuntabel. Keterbukaan dalam pelaporan akan sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah dan mencari solusi yang tepat untuk meningkatkan kinerja kita,” lanjutnya. 

Sementara itu, Plt. Kepala Bapperida Eliezer Yogi, S.STP.,M.Si, mengatakan, monitoring yang baik adalah kunci dalam pengendalian pembangunan dalam kerangka sinkronisasi, menentukan indikator kinerja dan menentukan prioritas pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Kita di Bapperida memegang peran kunci menjembatani sinkronisasi perencanaan, indikator kinerja dan prioritas pembangunan antara pemerintah provinsi dan pusat, maka Monev adalah momen penting dalam rangkaian tersebut,” tutur Eliezer.

Karena itu, Eliezer berharap, pelaksanaan Monev meja dapat dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk memetakan dan dalam penyusunan skala prioritas program pembangunan.

“Mari kita semua berkomitmen untuk menerapkan pengendalian program yang efektif demi mencapai hasil yang diharapkan. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Papua Tengah yang Sehat, Cerdas, dan Produktif,” harapnya.(rob)