Bapperida Papua Tengah Gelar FGD ‘Anak Papua Cerdas dan Terlindungi’ Libatkan 8 Kabupaten

NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Papua Tengah mengambil langkah strategis dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Anak Papua Cerdas dan Terlindungi’.
Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Mahavira, Nabire, pada Kamis (27/11/2025), ini mengundang perwakilan dari delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah, menunjukkan keseriusan pemerintah provinsi dalam memprioritaskan masa depan generasi muda.
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Provinsi Papua Tengah, Dekta Kobogau, S.Sos., M.AP, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membahas secara komprehensif permasalahan anak, yang mencakup aspek pendidikan dan kesehatan.
"Kegiatan ini bertujuan agar kami bicara masalah anak. Anak dalam masalah pendidikan dan kesehatan, Jadi kami bidang riset dan inovasi, kami memasuki segala bidang," ujar Dekta kepada awak media.
Dekta Kobogau menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga dan melindungi anak-anak Papua selama masa pertumbuhan. Ia menyatakan bahwa semua kebutuhan dan perlindungan anak, mulai dari pertumbuhan hingga masa depan mereka, menjadi masukan penting dalam FGD ini, yang melibatkan utusan dari seluruh kabupaten di Papua Tengah.
"Jadi anak-anak kita harus kita jaga, lindungi mereka dalam masa pertumbuhan mereka, masa depan mereka. Semua kita input dalam kegiatan ini untuk delapan kabupaten, seperti itu," tambah Dekta.
Untuk memastikan fokus pembahasan tepat sasaran, Bapperida secara khusus mengundang perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dari delapan kabupaten.
Meskipun baru pertama kali Bidang Riset dan Inovasi Bapperida menyelenggarakan kegiatan khusus anak, antusiasme peserta terlihat tinggi. Saat diwawancarai, kegiatan baru memasuki sesi materi setelah pembukaan.
Materi yang akan didiskusikan secara mendalam tersebut telah disiapkan langsung oleh Kepala Seksi Perlindungan Anak. Hal ini menggarisbawahi bahwa FGD ini memiliki fokus-fokus spesifik yang harus diterima oleh para peserta, sehingga hasil diskusi dapat menjadi pegangan yang aplikatif di tingkat kabupaten.
Harapan besar pun disampaikan Dekta Kobogau terkait tindak lanjut dari kegiatan ini. Ia berharap agar para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah provinsi di daerah masing-masing.
"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita bisa pulang kembali ke kabupaten kita masing-masing, kita bisa melanjutkan perpanjangan tangan dari pemerintah untuk melihat perkembangan anak-anak dalam masa pertumbuhan," ucapnya.
Dekta Kobogau menutup wawancara dengan sebuah visi besar. Ia menekankan bahwa sinergi dan keselarasan program antara provinsi dan kabupaten akan memastikan bahwa cita-cita ‘anak-anak Papua cerdas, sehat dan pintar’ dapat terwujud, karena mereka adalah fondasi pembangunan untuk Papua Tengah.(sam)
Bagikan artikel ini


