Bapperida Nabire Gelar Musrenbang Distrik 2027, Fokus pada Visi Berkelanjutan dan Penanganan Stunting

NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire melaksanakan kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Distrik dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dipusatkan di Aula Bapperida, Rabu (25/02/2026).
Kepala Bapperida Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya kehadiran seluruh Kepala Distrik. Ia berharap tingkat partisipasi mencapai 100 persen, mengingat setelah libur Lebaran, tepatnya 31 Maret mendatang, akan dilaksanakan Musrenbang Otsus dan Musrenbang kabupaten yang rencananya dihadiri langsung oleh Bupati.
Dalam arahannya, Dr. H. Mukayat memaparkan visi besar Bupati dan Wakil Bupati Nabire periode 2025-2029, yakni mewujudkan Nabire yang aman, maju, sejahtera dan berkelanjutan. Konsep ‘berkelanjutan’ menjadi poin krusial agar setiap pembangunan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan demi mencegah bencana alam seperti yang marak terjadi di daerah lain.
Lebih lanjut, ia menjelaskan lima misi utama pemerintah daerah. Misi pertama adalah mewujudkan kestabilan keamanan sebagai fondasi utama pembangunan. Menurutnya, perencanaan sehebat apa pun tidak akan berjalan maksimal jika kondisi keamanan di tengah masyarakat tidak terjaga dengan baik.
Misi kedua berfokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang optimal. Dr. H. Mukayat mengingatkan para kepala distrik dan kepala kampung bahwa berdasarkan regulasi terbaru, dana desa kini dapat dialokasikan untuk sektor kesehatan dan pendidikan, termasuk mendukung program makan bergizi gratis.
Pada misi ketiga, pemerintah daerah berupaya mengembangkan ekonomi kemasyarakatan dengan mengangkat potensi unggulan di tiap kampung. Ia menyarankan agar setiap kampung fokus pada produk ikonik yang sudah ada, seperti budidaya ikan atau jeruk Nabire yang legendaris, daripada mencoba produk baru yang belum tentu maksimal hasilnya.
Misi keempat berkaitan dengan reformasi birokrasi yang prima, profesional, bersih dan bebas korupsi. Sementara misi kelima adalah pemerataan infrastruktur. Namun, Dr. H. Mukayat memberikan catatan khusus bahwa saat ini anggaran infrastruktur fisik mengalami pemangkasan signifikan dari pemerintah pusat, sehingga pembangunan harus dilakukan dengan sangat selektif.
Terkait kondisi anggaran, Kepala Bapperida mengungkapkan bahwa Kabupaten Nabire mengalami pemotongan anggaran yang cukup besar, mencapai Rp400 hingga Rp500 miliar. Hal ini menyebabkan pelaksanaan Musrenbang distrik yang biasanya dilakukan di masing-masing distrik, kini harus dimodifikasi menjadi sistem klaster di kantor Bapperida guna efisiensi.
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai, S.Sos., M.Si., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati H. Burhanuddin Pawennari, menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar seremonial. Forum ini merupakan wadah konstitusional bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Wakil bupati juga menyoroti isu krusial mengenai penanganan stunting di Kabupaten Nabire. Berdasarkan data tahun 2025, angka stunting di Nabire tercatat sebesar 14,68% atau sebanyak 1.988 anak. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga Balita mengalami gangguan pertumbuhan yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.
Pemerintah daerah meminta para kepala distrik dan kepala kampung untuk menjadikan penanganan stunting sebagai prioritas utama. Kolaborasi antara tenaga medis, pemerintah kampung dan keluarga sangat diperlukan agar intervensi gizi bagi ibu hamil dan Balita dapat tersalurkan dengan tepat sasaran melalui pemanfaatan dana desa.
Burhanuddin Pawennari juga memberikan apresiasi karena pada tahun sebelumnya, Kabupaten Nabire berhasil meraih peringkat terbaik pertama dalam hal penanganan aksi stunting di Provinsi Papua Tengah. Prestasi ini diharapkan dapat dipertahankan melalui perencanaan yang lebih matang dan data yang akurat pada tahun 2027.
Ia mengajak seluruh peserta untuk berdiskusi secara aktif dan memberikan masukan yang implementatif. "Mari kita ciptakan perencanaan yang realistis dan berkelanjutan agar langkah-langkah strategis yang disusun mampu membawa masyarakat Nabire menuju kesejahteraan yang lebih baik," ujar wakil bupati sebelum membuka acara secara resmi.
Kegiatan pembukaan Musrenbang distrik tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama antara jajaran pemerintah daerah, para kepala distrik dan perwakilan kepala kampung, yang kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno pembahasan usulan program prioritas untuk masing-masing wilayah.(sam)
Bagikan artikel ini



