NABIRE – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Pd., M.Sc., resmi memaparkan rancangan proyek perubahan bertajuk ‘SEMERU’ (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul). Inisiatif ini dirancang sebagai solusi konkret dalam mengatasi angka kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire.

“Data menunjukkan kemiskinan di Nabire dan distrik pesisir masih memerlukan perhatian serius. Kami melihat masalah utamanya bukan pada kurangnya sumber daya, melainkan keterbatasan akses pasar dan rendahnya nilai tambah yang di dapat nelayan,” ujar Dr. H. Mukayat saat memberikan keterangan kepada Papuapos Nabire, Senin (15/06/2026).

Proyek SEMERU hadir dengan pendekatan terintegrasi dan kolaboratif untuk memutus rantai ketergantungan nelayan terhadap tengkulak. Dr. H. Mukayat menjelaskan melalui sistem ini, pemerintah daerah berupaya memperkuat distribusi hasil perikanan agar lebih efisien dan kompetitif.

“Tujuan jangka pendek kami dalam satu hingga dua bulan ke depan adalah menyelenggarakan Sea Market perdana sebagai proof of concept untuk membuka akses pasar langsung bagi masyarakat pesisir secara jemput bola,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan pada jangka menengah, program ini akan diperluas ke beberapa distrik, seperti Teluk Umar, Wapoga dan Napan. “Kami targetkan kemitraan antara nelayan dan pembeli (offtaker) terbentuk guna memperkuat rantai distribusi komoditas,” tambahnya.

Pada jangka panjang, SEMERU diharapkan mampu menjadi sistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan. “Kami akan mengembangkan platform digital sebagai enabler untuk memperluas akses pasar, meningkatkan transparansi harga, serta mendukung evaluasi berbasis data,” jelas Dr. H. Mukayat.

Ia menekankan inisiatif ini selaras dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam pembangunan wilayah pesisir dan pengentasan kemiskinan. “Integrasi lintas perangkat daerah menjadi kunci agar intervensi ini tidak tumpang tindih dan tepat sasaran,” tegasnya.

Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah. “Bapperida akan berperan sebagai integrator kebijakan, sehingga program pembangunan lebih efisien dan berbasis bukti,” tutur Dr. H. Mukayat.

Bagi pelaku ekonomi seperti UMKM dan dunia usaha, SEMERU membuka akses langsung terhadap bahan baku berkualitas. “Hal ini tentu mendukung keberlanjutan produksi dan menciptakan kemitraan usaha yang stabil serta saling menguntungkan,” lanjutnya.

Secara sistemik, proyek ini diharapkan mampu mengubah ekonomi masyarakat pesisir dari subsisten menjadi produktif berbasis pasar. “Transformasi ini penting untuk meningkatkan inklusi keuangan nelayan melalui akses pembiayaan yang berbasis potensi lokal,” kata Kepala Bapperida. 

Strategi yang digunakan mencakup pemanfaatan peran Bapperida dalam menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah. “Kami menggunakan kewenangan untuk meminimalisir ketergantungan pada sistem distribusi tradisional yang selama ini merugikan nelayan,” imbuhnya.

“Kami sangat optimis SEMERU menjadi model inovasi daerah yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendorong penguatan ekonomi lokal secara nasional. Kami berkomitmen penuh untuk mendorong perekonomian,” tutup Dr. H. Mukayat dalam keterangannya. (sam)