NABIRE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire terus berkomitmen dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting. Salah satu upaya konkrit yang dilakukan dengan fokus pada pelaksanaan Aksi IV dan VIII dari delapan aksi konvergensi penurunan stunting.

Aksi IV yang berfokus pada penyusunan rencana kerja kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi, menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi yang digelar dua hari di Aula Bappeda, Rabu (16/10/2024).

Dalam rapat tersebut, berbagai pemangku kepentingan membahas secara mendalam mengenai langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan untuk memastikan intervensi gizi dapat terlaksana secara efektif dan efisien.

“Melalui penyusunan rencana kerja yang matang, kita berharap dapat mensinergikan berbagai program dan kegiatan yang ada. Sehingga, intervensi gizi dapat tepat sasaran dan memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan angka stunting,” ujar Kepala Bappeda, H. Dr. Mukayat, S.Pd.,M.Si.,M.Pd.

Sementara itu, aksi VIII yang menyangkut pengukuran dan publikasi stunting juga menjadi perhatian serius. Data yang akurat dan terkini mengenai prevalensi stunting sangat penting untuk memantau perkembangan dan keberhasilan program-program yang telah dilaksanakan.

“Dengan adanya data yang valid, kita dapat melakukan evaluasi secara berkala dan melakukan penyesuaian program jika diperlukan. Selain itu, publikasi data juga penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya upaya penurunan stunting,” tambahnya.

Dalam rapat tersebut, para peserta juga membahas mengenai pentingnya melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya penurunan stunting. Mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, hingga masyarakat umum, semua pihak memiliki peran yang sangat penting.

“Penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Mari kita bersama-sama bahu membahu untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan cerdas,” ajak Kepala Bappeda Nabire.

Selain membahas aksi IV dan VIII, para peserta rapat juga berdiskusi mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya penurunan stunting serta solusi-solusi yang dapat diterapkan. Beberapa kendala yang seringkali ditemui antara lain kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sumber daya dan koordinasi yang belum optimal.

Diharapkan dengan pelaksanaan aksi IV dan VIII secara optimal, serta sinergi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan, target penurunan angka stunting di Kabupaten Nabire dapat tercapai.

Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Jumhadi MAP menyampaikan, pemerintah menetapkan delapan aksi konvergensi sebagai intrumen harmonisasi peran lintas sektor. Agar upaya penurunan stunting di daerah dapat dilakukan secara mandiri, terpadu dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, kendala utama dalam upaya percepatan penurunan stunting yakni, terkait koordinasi, intervensi layanan dan keterbatasan anggaran. Solusinya melalui penguatan sistem data dan pendampingan hingga ditingkat sasaran prioritas.(sam)