NABIRE - Salah seorang praktisi pendidkan di Kabupaten Nabire, H. Suwandi menilai dengan banyaknya kegiatan libur di semester genap tahun pelajaran 2024/2025 ini akan menjadi pemicu kemunduran pendidikan secara khusus di semua sekolah yang ada di Kabupaten Nabire.

Sementara di satu sisi, pemerintah pusat maupun daerah berharap ada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di semua satuan pendidikan, namun faktanya banyak kebijakan libur sekolah yang dapat membuat anak malas belajar di rumah.

Untuk itu, dirinya selaku praktisi pendidkan menilai antara kebijakan dan keinginan di lapangan tidak singkron, sehingga dirinya meminta agar pembicaraan program harus disertai dengan langkah kongrit dan H. Suwandi pun menilai pemerintah senang dan rajin membuat program, tetapi hasilnya tidak nyata.

Dikatakan H. Suwandi selaku praktisi Pendidikan kepada Papuapos Nabire, Selasa (8/4/2025) via telepon genggamnya seraya menambahkan, di bulan Maret hingga awal April ini terhitung ada 21 hari anak sekolah libur Hari Raya Idul Fitri, belum lagi akan libur lagi kurang lebih seminggu untuk perayaan paskah.

Selaku praktisi Pendidikan menilai dengan adanya banyak kebijakan libur bagi anak sekolah akan menjadi pemicu kemunduran pendidikan yang sudah jelas-jelas bertentangan dengan kalender pendidikan tahun pelajaran 2024/2025 soal hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di setiap satuan pendidikan.

Sehingga dirinya berharap agar pemerintah jangan hanya membuat banyak program, tetapi tindakannya tidak kelihatan. Karena dengan banyak libur anak akan tidak fokus belajar dan yang ada hanya melahirkan masalah baru dalam dunia pendidikan.

Yang belajar setiap hari saja belum tentu nilainya bagus sesuai dengan harapan pemerintah. Sehingga, pemerintah jangan hanya membuat program dan kebijakan, sementara hasilnya tidak nampak terlihat manfaatnya.(des)