​NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melaksanakan serah terima bantuan bibit ternak, pakan, dan sarana pendukung lainnya dalam sebuah kegiatan penyediaan benih/bibit ternak dan hijauan pakan ternak yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025.

​Acara penyerahan yang berlangsung di kantor Dinas Peternakan dan Perkebunan pada Jumat (05/12/2025) tersebut, merupakan bagian dari program konvergensi daerah untuk menekan angka stunting melalui peningkatan gizi keluarga. Bantuan yang diserahkan meliputi Ayam Pullet, pakan ternak, dan kandang.

​Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, KM, menegaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh pihaknya ini secara spesifik diarahkan sebagai bantuan untuk penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire.

Dalam hal ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan berperan sebagai dinas pendukung dalam upaya penurunan angka stunting. "Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak nyata dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi keluarga, khususnya bagi anak-anak yang mengalami stunting, sehingga terwujud generasi yang sehat dan cerdas," ucapnya.

​Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan, Marthen Appang, menambahkan rincian teknis terkait penyaluran bantuan tersebut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata konvergensi di sektor peternakan.

​"Konvergensi kami di sektor peternakan adalah untuk membantu mengurangi stunting yang terjadi pada beberapa distrik di Nabire," jelas Marthen.

​Marthen juga memaparkan bahwa pendistribusian kali ini mencakup 125 penerima manfaat atau Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di tujuh distrik berbeda.

​Distrik-distrik penerima bantuan tersebut adalah Distrik Uwapa, Distrik Yaur, Distrik Wangar, Distrik Nabire Barat, Distrik Nabire, Distrik Telukimi, dan Distrik Makimi, menunjukkan pemerataan program ke berbagai wilayah.

​"Hari ini kami mendistribusikan ayam, pakan, dan kandang. Kandang sendiri sudah diantar dua minggu yang lalu," kata Marthen saat memberikan keterangan kepada Papuapos.

​Ia menjelaskan bahwa masyarakat penerima dari Distrik Uwapa diundang untuk menerima penyerahan di kantor dinas karena pertimbangan faktor situasi keamanan di wilayah mereka.

​"Kami memfasilitasi dan memediasi, baik itu transportasi, untuk mereka datang ke kantor dan kembali ke tempat tinggal di Uwapa," tambahnya.

​Setiap individu penerima, lanjut Marthen, menerima alokasi pakan sebanyak 3 sak dan bibit ayam yang bervariasi antara 18 hingga 20 ekor Ayam Pullet per penerima.

​Total kandang yang diserahkan juga disesuaikan dengan jumlah penerima, yakni sebanyak 125 unit. "Jumlah penerimanya 125 KK, kandangnya 125, dan ayamnya juga 125 penerima," rincinya.

​Salah seorang penerima manfaat, Linda dari Topo Urumusu, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas bantuan yang telah diterima.

​"Sangat berterimakasih atas bantuan yang sudah saya terima. Mudah-mudahan bisa berkembang dengan usaha ayam petelur ini, minimal bisa menghidupi ekonomi keluarga," tutup Linda, menandakan harapan besar terhadap dampak ekonomi dan gizi program ini.(sam)