Bantuan Ambulans dan Speedboat Tingkatkan Layanan Kesehatan

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire menyerahkan bantuan tiga unit ambulans dan tujuh unit speedboat kepada Puskesmas di wilayah Dipa dan Menou. Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah pesisir dan kepulauan.
Bupati Nabire, Mesak Magai, dalam sambutannya di Pantai Nabire, Jumat (19/9/2025), menjelaskan bahwa bantuan ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
"Fakta membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat kita di Dipa dan Menou, hampir 70 persen, tinggal di kota. Namun, masih ada penduduk yang bermukim di kampung-kampung," kata Mesak.
Magai menyoroti tantangan pelayanan di daerah tersebut. Ia menceritakan pengalamannya mengunjungi Dipa, di mana ia hanya menemukan tujuh Kepala Keluarga (KK) yang masih tinggal di kampung. "Mereka yang tinggal di sana adalah orang-orang tua. Anak-anak muda sudah banyak yang pindah," tambahnya.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana mendorong masyarakat agar kembali ke kampung dan membuka lahan di daerah Kilo 86. "Kita harus membuka kampung di Kilo 86 agar mereka bisa menjadi pelaku ekonomi, mendapatkan pendidikan yang baik dan pelayanan kesehatan yang maksimal," ujar bupati.

Mesak Magai menambahkan, pelayanan kesehatan di daerah pedalaman sering kali terhambat karena kondisi geografis. Oleh karena itu, bantuan ini diharapkan dapat membantu tenaga medis menjangkau masyarakat dengan lebih mudah.
Selain itu, Bupati Mesak juga menyinggung masalah sosial dan ekonomi. Ia meminta masyarakat asli Nabire untuk tidak tinggal di rumah kos atau menyewa rumah. "Jangan tinggal di rumah sewa dan menyangkal diri sebagai jati diri orang asli Nabire," tegasnya.
Bupati Nabire mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi lahan yang luas di Nabire. Ia mengkritik kebiasaan masyarakat yang masih membeli sayur-mayur di pasar, padahal mereka memiliki tanah yang subur.
“Kita bisa menjadi lumbung pangan bagi delapan kabupaten lain di Papua Tengah. Ketika kita mendorong masyarakat untuk bertani, orang Nabire mampu memberi makan delapan kabupaten lain," jelasnya.
Ia juga mengingatkan tentang masalah inflasi yang terjadi pada tahun 2024, di mana Nabire harus mendatangkan 50.000ton sayur-mayur dari Makassar, Bitung dan daerah lain. "Ini terjadi karena masyarakat kita malas bekerja, padahal potensi kita sangat luar biasa," kritiknya.
Bupati Magai menutup sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire atas dukungannya. Ia berharap bantuan ini dapat meningkatkan semangat kerja para tenaga medis di daerah pesisir, kepulauan, pegunungan dan terpencil. "Ini adalah dukungan untuk menunjang visi dan misi pembangunan Kabupaten Nabire dari sisi pelayanan kesehatan," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



