Bantuan Alat Cetak Bata Merah dan Pertukangan DPMK Dorong Pemanfaatan Teknologi

NABIRE - Dalam upaya memanfaatkan teknologi secara tepat dan berguna, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire memberikan bantuan berupa peralatan tukang dan pencetak bata merah.
Penyerahan bantuan ini berlangsung, Kamis, 28 Agustus 2025, di Aula PUPR Kabupaten Nabire. Bantuan tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Nabire, mengembangkan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kepala Dinas DPMK, Pilemon Madai, S.Th., M.Th., menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat.
Bantuan ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat memanfaatkan sumber daya yang ada di kampung melalui pelatihan dan pembinaan, sehingga mereka bisa meningkatkan ekonomi keluarga melalui pertukangan dan pencetakan bata merah.

Kegiatan ini secara spesifik ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok-kelompok kerja di kampung agar dapat menjalankan ekonomi tepat guna.
Hasilnya diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga, kelompok dan masyarakat di sekitarnya, yang pada akhirnya akan mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Program tahunan ini mencakup delapan kampung di empat distrik yang berbeda. Kampung-kampung yang menerima bantuan pada tahun ini adalah Kampung Makimi dan Nifasi di Distrik Makimi, Kampung Urmusi dan Topo Jaya di Distrik Uwapa, Kampung Wiraska dan Jaya Mukti di Distrik Yaro serta Kampung Akudomi dan Sima di Distrik Yaur.

Bantuan yang diserahkan bervariasi. Untuk peralatan pertukangan, DPMK memberikan mesin gurinda, mesin skap, mesin sarkel dan alat-alat lainnya. Sementara itu, untuk peralatan cetak bata merah, bantuan meliputi mesin cetak bata merah, drum plastik, palu dan lain-lain.
Pilemon Madai berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Pihaknya berencana akan melakukan pengecekan kembali dalam beberapa bulan ke depan untuk memantau pemanfaatan alat-alat tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa jika bantuan ini digunakan dengan baik, ada kemungkinan pemerintah akan memberikan bantuan lain di tahun depan. Bantuan ini sendiri bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus).
Kepala Bidang Penataan Kampung DPMK, Oudy Imanuel, S.Sos, menjelaskan program ini adalah perpanjangan tangan dari Pemerintah Kabupaten Nabire untuk memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ditambahkannya, bantuan ini bertujuan untuk membantu masyarakat desa agar memiliki penghasilan tambahan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Bantuan yang disalurkan berupa peralatan pertukangan dan mesin cetak bata merah.

Oudy berharap bantuan tersebut dapat digunakan secara produktif oleh masyarakat untuk membangun ekonomi lokal. Dengan adanya peralatan ini, masyarakat diharapkan dapat mandiri dalam menghasilkan produk yang bernilai ekonomis, seperti bata merah, yang dapat mereka jual.(amd)
Bagikan artikel ini



