NABIRE - Bank Papua Cabang Nabire melaunching dan menyerahkan Kartu Pegawai Elektronik (KPE) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Nabire, Rabu (21/3), bertempat di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nabire. Dan alat anjungan KPE langsung diserahkan kepada Kepala BKD Nabire.Launching KPE diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Cabang Bank Papua Nabire Simon Giyai kepada Kepala BKD Nabire Petrus Agapa ini bertujuan, selain sebagai kartu identitas sebagai pegawai ketika masih aktif. Kalau sudah pensiun itu dikembalikan kepada Negara. Oleh kerena itu, sepanjang pegawai masih aktif, kartu ini digunakan bukan hanya untuk mengecek data kepegawaian tetapi untuk pelayanan kepegawaian lainnya, seperti Askes, BPJS kesehatan, pensiun dan tabungan hari tua (TASPEN), Tabungan Perumahan (BAPERTARUM)  dan akses lainnya.   Dengan adanya mesin anjungan KPE, supaya bisa tahu nanti ASN atau LSM ini datang ke BKD untuk mereka bisa mengecek data-data kepegawaian mereka, karena data-data kepegawaian mereka ada disini didalam kartu ATM pegawai, kemudian ini bisa muncul dimonitornya anjungan baru yang kami terima dari Bank Papua. Lanjut Kepala BKD Nabire, nanti data-data yang muncul disitu data-data tahun 2014 yang dulu ketika diambil gambar, ada sidik jari dari supervindo. Jangan heran kalau data dulu dengan data sekarang berbeda nanti ketika sudah ada jaringan terkonek dari jaringan ke dalam mesin anjungan KPE tersebut. Data hasil pendaftaran ulang ASN yang kemarin itu bisa terkonek ke kartu chip nanti (kartu KPE). Kartu KPE ini juga dulu untuk tranksaksi keuangan tetapi kayaknya sekarang tidak lagi untuk transaksi keuangan.Terangnya, karena ATM untuk transaksi keuangan, sudah banyak disini, jadi itu dia tidak diincluk dalam KPE ini, yang incluk didalam hanya pelayanan kepegawaian lain-lain seperti saya katakan tadi. Ketika kita masukkan KPE itu, awal kasih masuk sidik jari nanti dilayar monitor itu akan kelihatan pelayanan-pelayanan yang dapat dilakukan melalui mesin KPE. Sedangkan dari jumlah pegawai ada 600 sekian dan pegawai tambah dengan pegawai yang  formasi tahun 2013 itu mereka nanti kita urus termasuk kartu sudah terima dan bagi yang sudah hilang kami akan urus kembali, jangan kecewa bagi mereka yang belum mengurus KPE segera daftarkan ke kami dan kami lanjutkan ke customer service cabang Bank Papua Nabire.“Waktu itu, sempat kami mengambil data para pegawai, tetapi mereka tidak mau diambil karena ada isu-isu miring. Jadi sekitar 600 sekian yang terdaftar KPE kita bisa urus lagi termasuk pegawai yang formasi tahun 2013. Supaya mereka yang dulu belum terdaftar supaya diambil data, yaitu kartu pegawai elektronik sudah ada di BKD jadi bisa datang ambil,” ucapnya.Jadi ia menghimbau, bagi mereka yang dulu belum diambil data karena mungkin mereka sendiri yang tidak mau, dulukan kita buka beberapa tempat untuk diambil datanya dan kenapa meski belum saja diurus. Oleh karena itu pihanya menyampaikan kepada kepala-kepala OPD masing-masing untu segera mendaftarkan para pegawai yang ada. “Usai terdaftar di OPD segera laporkan ke kami dan nanti kami serahkan di Bank Papua, untuk diterbitkan kartu pegawai kembali,” pungkasnya. (ris)