Nabire – Program Bank Inddonesia mengharuskan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di seluruh bank-bank yang ada untuk segera digantikan dengan Gerakan Pembayaran Nasional (GPM). Untuk itu, Pemimpin Cabang Bank Papua Nabire, Andarias Baunik, meminta kepada masyarakat khususnya nasabah Bank Papua, yang saat sedang menggunakan anti seluruh kartu ATM lama, agar segera menukarkan di kantor-kantor cabang yang ada. “Kami minta seluruh nasabah Bank Papua yang belum menukarkan untuk mengunjungi kantor terdekat untuk menukarkan. Baik di kantor cabang pembantu di saat jam kerja atau pada hari Sabtu ada open counter didepan kantor Bank Papua,” ujat Baunik di Nabire, Selasa (16/10). Syarat untuk menggantikan ATM, menurut Baunik, mudah saja. Nasabah hanya datang dengan membawa buku tabungan, Kartu Tanda Penduduk dengan ATM lama. “Proses ini tidak dipungut biaya, gratis agar kartunya digantikan dengan chips,” katanya. Dikatakannya, kartu ATM lama akan digantikan dengan chips tersebut adalah program nasional Bank Indonesia (BI) dan berlogo GPN. Chipsnya berbentuk emas yang diakses di semua bank, yang memiliki mesin ATM. Untuk Bank Papua hanya di edisi BCA, namun saat ini semuanya bisa. Kata Baunik, dengan program baru ini nasabah Bank Papua bisa mengakses di seluruh merchand yang ada di tanah air.  “Namun, walaupun saat ini ATM lama belum ditarik dari peredaran, tapi masih bisa mengakses di mesin ATM namun kedepan sudah tidak digunakan lagi,” terangnya. Lanjutnya, target per hari dari BI adalah semua ATM harus berlogo GPN dan wajib memenuhi presentase yang diinginkan BI. Jika tidak dipenuhi sampai dengan Desember nanti, maka bank tersebut akan dikenakan sanksi. “Misalnya, Bank Papua ditargetkan 30 persen konsolidasi harus ditukar ATM yang lama ke ATM baru. Wajib dilakukan sampai akhir tahun dan harus memenuhi presentase 30 persen, dari ATM yang sudah dikeluarkan atau ATM lama,” jelasnya. Sementara itu, Funding Officer (FO) Bank Papua Cabang Nabire, Bahra Rapid mengatakan, GPN berbeda dengan ATM lama yang ada master card dan visa yang digunakan secara internasional. GPN bersifat donestik dan lebih memermudah nasabah untuk bertransaksi dalam bentuk belanja gesek dengan biaya administrasinya lebih kecil. Kata Rapid, manfaatnya untuk nasabah adalah selain bisa digunakan untuk mesin ATM semua edisi, juga untuk pengamanan data basenya. “Dan diwajibkan semua pengguna ATM harus menggukanan kartu berchip,” tuturnya. “Sedangkan kekurangannya, kata Tapid, ATM sebelumnya bisa yang untuk visa dan bisa bertransaksi di luar negeri. Untuk GPN tidak bisa dan ini program pemerintah,” terangnya. Seorang Nasabah, Sri Wahyuni mengatakan lebih gampang menggunakan ATM model baru atau yang berchips. Selain mempermudah untuk berbelanja, tapi datanya aman. “Saya pikir ini bagus. mungkin tidak bisa lagi bobol ATM jika orang niat jahat sebab data aman. Juga saya sudah bis belanja mengunakan ATM ini,” katanya. (pas)