NABIRE - Akhir-akhir ini Pasar Karang Tumaritis (Kartum) ditutupi dengan sejumlah (baca : tumpuhkan) sampah, biak yang berada di pingiran pasar tersebut hingga  bahu/badan jalan sekitar Kartum. Nampak, terlihat kendaraan roda dua maupun roda empat, yang melintasi daerah ini harus lebih ektra hati-hati. Tak hanya itu, bau menyengat akibat sampah tersebut menjadi aroma yang harus dinikmati bagi pengendara. Hingga kini, sampah-sampah yang berserakan tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dalam hal ini SKPD terkait. Ironis lagi, dengan alasan kumuh dan kotor, lokasi badan jalan ini rawan kecelakaan. Ibu-ibu yang berjualan di pasar maupun orang-orang yang lewat mempertayakan keberadaan sampah yang terus bertambah dan berserahkan tak karuan tersebut ?“Kenyataannya hingga kini sampah dibiarkan begitu saja, tanpa ada niat baik untuk mengangkutnya, sehingga menyebabkan dan menyebarkan bau busuk ketika kita melintas di daerah ini,” tuturnya seorang pengendara yang kebetulan melintasi daerah ini kemarin.Terangnya, sampah-sampah tersebut berhamburan disana ini, bukan dibuang dibak atau diangkat ke tempat penampungan sampah yang ada. Hal itu memang benar sesuai pantauan media ini di lokasi tersebut yang kelihatanya di badan jalan raya besar, ditutupi dengan sampah. “Tempat ini sudah kumuh dan sangat kotor, sampah dibiarkan tanpa ada perhatian, hanya kami setiap sore yang membakar bekas karton-karton sehingga sampah tidak terus bertumpuk namun bau tak sedap kena dan membuat kami  muat,” tutur salah satu pedagang yang ada disitu.Oleh karena itu, para pedagang dan warga yang lewat jalan itu meminta dan mengharapkan kepada instansi terkait yang menangani sampah di Nabire agar sampah itu diangkat, karena setiap bulan selalu digaji uang negara.Katanya, apa karena  badan jalan raya tersebut terhalang dengan sampah berhamburan sehingga pemandangan yang tidak enak dipandang mata tersebut dibiarkan dan tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui SKPD terkait. (modes)