NABIRE - Asosiasi Wartawan Papua (AWP) memutuskan untuk Nabire, Ibu Kota Provinsi Papua Tengah menjadi tuan rumah pelaksanaan Festival Media Tanah Papua, pada 5 hingga 7 Oktober 2025 mendatang. 

Hal itu disampaikan Ketua Umum Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, didampingi Pembina AWP, Lucky Ireeuw dalam rapat perdana bersama Panitia Pelaksana Festival Media Papua 2025, di Pantai Menase, Kalibobo, Nabire, Minggu (6/7/25).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum AWP, Elisa Sekenyap, didampingi Pembina AWP Lucky Ireeuw memberikan Surat Keputusan (SK) Nomor: 002/SK-PFM/AWP/VI/2025, kepada Abeth Abraham You sebagai Ketua Panitia Pelaksana Festival Media Papua 2025.

Pembina AWP Lucky Ireeuw mengatakan, wartawan asli Papua akan melaksanakan festival media Papua pertama di Nabire. Anjang tersebut bertujuan untuk menghimpun semua media massa yang ada di tanah Papua.

"Ini untuk memperkenalkan media itu kepada masyarakat," kata Lucky kepada awak media, usai melaksanakan rapat perdana bersama pihak panitia. 

Dia mengaku, AWP sudah berkeinginan lama untuk menyelenggarakan festival media, namun akhirnya tahun 2025 sudah siap terwujud pelaksanaan festival ini. 

Kata dia, melalui komitmen wartawan Asli Papua yang bertugas di Nabire dan karena dukungan berbagai pihak kegiatan tersebut akan terselenggara. 

“Impian yang kita idam-idamkan akhirnya tahun 2025 sudah siap terwujud. Terima kasih banyak teman-teman di Nabire dan terima kasih untuk para pihak yang sudah nyatakan dukungan untuk pelaksanaan festival di Nabire,” tuturnya.

Untuk itu, kata Lucky, dalam pelaksanaan festival tentu akan melibatkan masyarakat, pemerintah daerah dan semua media untuk turut berpartisifasi dan bersama-sama menyukseskan anjang tersebut. 

“Sebagai bentuk memperkenalkan, akan kami libatkan Pemda, semua wartawan, semua media termasuk masyarakat. Karena festival ini adalah bagian dari sosialiasi kerja-kerja insan pers, karena banyak juga harus paham tentang kerja-kerja jurnalistik," katanya.

Pasalnya kata dia, kerja-kerja media massa bukan hanya sebagai media informasi, namun juga sebagai media pendidikan, tapi juga kontrol sosial terhadap setiap penyelenggaraan yang ada. "Ini yang perlu kita lakukan," ujarnya.

Lucky yang juga sebagai Pemimpin Redaksi Cenderawasih Pos ini mengatakan, semua wartawan Papua memiliki potensi yang luar biasa dalam menyampaikan informasi kepada publik.

"Semua anak-anak Papua bisa menulis, bisa bikin video, bisa foto, bisa segala macam. Inilah kami. Kami akan tunjukkan kepada semuanya bahwa di Papua ada anak-anak Papua yang mampu. Melakukan apa saja, terutama di bidang jurnalistik," katanya.

Ketua AWP Elisa Sekenyap mengaku kebanggaan karena para kuli tinta sangat sigap menerima rencana pelaksanaan festival tersebut.

"Tapi pada intinya dalam kegiatan ini kami ingin supaya keterlibatan semua orang. Tidak hanya juga kami di Papua Tengah, tapi juga hampir seluruh tanah Papua," katanya.

Dalam perencanaan pelaksanaan, lanjut Sekenyap, pihaknya merencanakan sekitar sekitar 500 orang yang bakal hadir. "Tapi ini bisa berkembang menjadi banyak ataupun juga bisa menurun. Dalam perlaksanaan ini kami ada rencanakan beberapa kegiatan, dalamnya itu ada pelatihan, ada talkshow, tapi juga ada pameran, ada workshop," ucapnya.

"Tapi juga ada karya-karya yang juga nanti akan diperlombakan, tapi juga nanti akan award pemberian semacam penganugeraan begitu. Ada juga kategori untuk jurnalis, tapi juga ada kategori untuk pemerintah ataupun juga kalangan umum," katanya.

Festival tersebut, lanjut dia, bakal digelar pada 7 Oktober 2025 sebagai hari jadinya AWP. "Tapi awalnya kami akan lakukan beberapa kegiatan," ucapnya.

Kegiatan tersebut cukup besar, ia berharap punya komitmen yang besar untuk melakukan kegiatan itu. "Pasti akan ada dukungan dari pemerintah ataupun dukungan dari kalangan-kalangan yang lain untuk mendukung kami untuk supaya kegiatan ini bisa dapat dilaksanakan," ucapnya.

Ketua Panitia Festival Media Papua I 2025, Abeth Abraham You, telah menerima keputusan para jurnalis se Papua bahwa Nabire sebagai tuan rumah digelarnya festival media yang paling pertama di tanah Papua ini.

Sehingga ia menegaskan, pihaknya sebagai wartawan profesional bakal bersungguh-sungguh melaksanakan tanggung jawab yang diberikan.

Menurut wartawan Jubi ini, festival ini merupakan ajang pembuktian bahwa jurnalis Papua juga bisa selain menulis berita, produksi video dan foto.

"Untuk itu, pada kesempatan ini saya mau sampaikan, bahwa apalah dunia ini kalau tidak ada campur tangan dari jurnalis selama ini. Dan itu komitmen kami,”tegasnya.(you/rob)