Atas Nama Gubernur, Bupati Intan Jaya Buka Program SSH di Intan Jaya

SUGAPA – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini atas nama Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, membuka program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) Kabupaten Intan Jaya, Selasa (27/1/26) tadi pagi, di Kantor Bupati Intan Jaya di Sugapa. Mengawali program SSH di Kabupaten Intan Jaya, sebagai percontohkan, program ini akan dilakukan di SD YPPK Santo Misael Bilogai.
Kabag Humas Setda Kabupaten Intan Jaya, M. Agus Fakaubun, SE, M.Pd, kepada Papuapos Nabire, mengatakan, pembukaan program SSH di Kabupaten Intan Jaya ini bekerjasama dengan Universitas Papua. Turut hadir saat pembukaan, Bupati Intan Jaya, Dandim Intan Jaya, Asisten III Setda Intan Jaya, Rektor Universitas Papua yang diwakili Wakil Dekan III FKIP Unipa, Hengky Wambrauw, Kepala Dinas Pendidikan Intan Jaya, dan sejumlah pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Intan Jaya.
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini mengaku sangat antusias dengan adanya program ini. Bupati Aner berharap agar pendidikan di Kabupaten Intan Jaya dapat maju. Sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua khususnya di Intan Jaya.
Dalam mendukung program ini, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya akan menindak tegas guru-guru yang tidak aktif mengajar.
Pada kesempatan itu, Bupati Aner juga mengucapkan terima kasih setinggi-tinggnya kepada segenap pihak yang terlibat dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Intan jaya.

“Pembukaan ini karena program Pak Gubernur harusnya beliau yang membuka. Tadi malam saya berkoordinasi dengan Pak Gubernur untuk launching, saya diperintahkan untuk melakukan launching di Intan Jaya,” ujar Bupati Aner sebelum membuka program SSH ini.
Kata dia, ini bantuan dari Pemprov Papua Tengah untuk Kabupaten Intan Jaya untuk membina, mendidik, memberikan makanan bergizi kepada anak-anak sebagai pemimpin masa depan.
“Terima kasih kepada yayasan yang akan menangani. Kita mulai launching atau membuka SSH pada Selasa tanggal 27 Januari 2026) d Kantor Bupati Intan Jaya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FKIP Unipa, Hengky Wambrauw, mengatakan, program ini sudah dimulai dari tahun 2024 dengan melakukan survey awal. Selanjutnya Unipa akan melakukan pendampingan pendidikan di Kabupaten Intan Jaya. Sebanyak 9 guru putra daerah Intan jaya, sudah dikontrak, untuk membantu melakukan pendampingan. (ros)
Bagikan artikel ini



