Atas Dasar Keluhan Masyarakat, Pemda dan Aparat Gabungan Akan Sidak BBM Bersubsidi

NABIRE - Menindaklanjuti adanya keluhan masyarakat soal penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, maka dijadwalkan besok (hari ini), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nabire bersama aparat gabungan Polisi, Satpol PP dan pegawai Dinas Perhubungan akan melakukan Sidak ke sejumlah SPBU yang menjual BBM bersubsidi.
Sebab atas dasar laporan dan aduan masyarakat itu juga telah dilaporkan ada pengisian BBM bersubsidi di motor alias kendaraan roda dua bisa hingga 21 liter, sementara di kendaraan roda empat bisa pengisiannnya hingga ratusan liter, baik itu pertalite maupun solar bersubsidi yang dilakukan oleh oknum–oknum tak bertanggung jawab.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda dan aparat gabungan harus terus langsung ke lapangan, karena juga ada laporan satu mobil roda empat tetapi gunakan tiga nomor plat PA dalam satu hari bisa melakukan pengisian tiga kali di SPBU dengan cara mengelabui petugas menggantikan nomor plat (PA) di setiap antrian.
Sekretaris Daerah (Sekda) Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, kepada Papuapos Nabire, Senin (9/3/26) di halaman Kantor Bupati menambahkan, sudah ada keputusan Bupati Nabire untuk pengisian BBM bersubsidi, khusus bagi kendaran roda dua paling banyak 7 liter dan untuk kendaraan roda empat hanya dilayani 45 liter perharinya.
Karena berdasarkan data di lapangan, ada oknum–oknum tertentu yang melakukan antrian dengan menggunakan tangki modivikasi alias mobil nangka yang melakukan pengisian hingga ratusan liter dan ditampung serta dijual lagi dengan BBM harga industri ke para pengusaha tambang emas, para pengusaha kayu dan juga pengusaha lainnya.
Sementara masyarakat yang seharusnya mendapatkan pelayanan BBM bersubsidi hanya sebagai penonton dan sulit mendapatkan BBM bersubsidi, karena BBM bersubsidi sudah dihabiskan oleh okunum-oknum mobil nangka yang antrian dengan tangki modifikasi yang bisa sekali antrian ratusan liter disedot.
Untuk itu, dalam kegiatan Sidak gabungan ini, selaku Sekda Nabire akan meminta kepada semua SPBU penjual BBM bersubsidi agar tidak lagi melayani tangki modifikasi alias mobil-mobil nangka, karena dari perlakuan para mobil nangka, di semua SPBU penjual BBM bersubsidi telah terjadi antrian yang berkepanjang yang tidak pernah berakhir.(des)
Bagikan artikel ini



