DOGIYAI – Asisten II Setda Dogiyai, Thobias Bunapa mewakili Plt Bupati Herman Auwe, S.Sos beberapa waktu lalu melakukan kegiatan peletakan batu pertama, gedung sekolah dasar (SD) YPPK Yohanis Pembaptis dan gereja Santa Elisabet Yeroukotu Distrik Mapia Tengah (Mateng) kabupaten Dogiyai. Gereja santa Elisabhet dan SD ini telah diperjuangkan dua orang sosok, yakni Wagakei Gobai dan Iboudabi Gobai. Sekolah dan gereja merupakan ‘Kabo’ fondasi dasar dari segala pembangunan yang dilakukan oleh kedua tokoh asal Yeroukotu ini,.Melalui filosofi warga Mapia disebut ‘Eubai’ (mencari), ‘Edou’ (melihat) ‘Omeei’ (datang), maka dengan fisi tersebut gereja dan sekolah menjadi tempat mendidik, sekaligus menjadi tempat bersiarah.Sementara itu, dalam sambutannya asisten II Thobias Bunapa, daerah ini tadinya hutan kini menjadi terang. Tadinya jauh kini sudah dekat, maka dia mengajak kepada panitia pembangunan gereja dan sekolah pemerintah dan masyrakat saatnya untuk bekerja sama membangun daerah ini secara bersama-sama.Lanjutnya, posisi Kampung Yeroukotu diatas ‘Bukit Yeroukotu’, maka tempat ini menjadi tempat keramat dan sekaligus sebagai tempat bersiarah. Oleh karena itu, gereja dan sekolah boleh saja berpindah tempat atau lokasi namum iman harapan umat tetap kokoh/kuat, seperti dua sosok pejuang Mapia.“Tokoh Wagakei Gobai dan Iboudabi Gobai sudah merintis melalui agama dan pendidikan dulu, maka kini melalui peletakan batu pertama ini kedepan sekolah ini mesti lebih maju lagi,” pungkas Thobias .dalam acara tersebut. Dalam kegiatan ini turut dihadiri beberapa pejabat teras Dogiyai, seperti Kepala Dinas Perindakop, Humas Dinas P dan K Dogiyai, Koramil Moanemani, Pastor Paroki Modio. Rombongan dijemput tarian adat setempat dengan tarian ‘Gaidai Tupi’, selanjutnya dilaksanakan Barapen dan jamuan bersama. (donatus degei)