NABIRE - Suasana meriah menyelimuti GOR Kotalama Nabire pada Rabu (20/11/24) saat digelarnya Festival Musik Band dan Akustik Yospan. Even yang diselenggarakan oleh Disporaparekraf Papua Tengah ini berhasil menyedot perhatian para pecinta musik, khususnya generasi muda.

Dikatakan Asisten I Setda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Papua Tengah, Menase Kadepa, S.E.,M.Si., mewakili Penjabat Gubernur Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, S.STP.,M.M., kegiatan pembukaan festival band dan akustik Papua Tengah tahun 2024 adalah suatu kebanggaan dan kehormatan baginya.

"Acara yang sangat spesial ini, yang tidak hanya akan merayakan musik, tetapi juga mempererat persatuan dan kesatuan dalam kebersamaan kita sebagai komunitas masyarakat yang majemuk di Provinsi Papua Tengah. Saya juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam meramaikan setiap rangkaian acara yang akan berlangsung," katanya.

Lanjut, festival ini wadah bagi para musisi lokal untuk menunjukkan bakat dan kreativitas, sekaligus menjadi ajang, berbagi inspirasi dalam meningkatkan kompetensi/ skill di bidang seni musik dan akustik. Seperti yang diketahui, Papua Tengah kaya akan keberagaman budaya dan potensi musik lokal.

Festival ini bukan hanya tentang band atau akustik, tetapi juga tentang bagaimana dapat menghargai dan merayakan warisan budaya musik lokal Papua Tengah yang telah ada sejak lama.

"Di sini, kita dapat melihat musik tradisi dan modernitas, antara musik lokal dan global, yang saling melengkapi dan memperkaya seni musik," ujarnya.

Dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan menyatakan bahwa pemajuan kebudayaan berasaskan pada toleransi, keberagaman, kelokalan, Lintas wilayah, partisipatif, manfaat, keberlanjutan, kebebasan berekspresi, keterpaduan, kesederajatan dan gotong royong.

Selain itu, pemajuan kebudayaan bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan warisan budaya bangsa dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia, sehingga kebudayaan menjadi haluan pembangunan nasional.

"Saya juga ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival ini, baik dari pemerintah daerah, sponsor, maupun para relawan yang bekerja keras untuk memastikan kelancaran acara ini dan tanpa dukungan, acara ini tidak akan terlaksana dan ini adalah suatu kebanggan yang menampilkan dan mempertunjukan musik secara langsung diiringi instrumen di panggung band akustik pada kesempatan yang sangat tertarik dan menakjubkan," imbuhnya.

Festival band akustik Papua Tengah ini juga bukan hanya sekedar acara hiburan, tetapi merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem musik di Papua Tengah.

"Mari kita jadikan festival ini sebagai momen yang tak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada dunia luar, serta mempererat tali persaudaraan di antara kita semua," tandasnya.(rob/hum pemprov)