NABIRE - Apel Gabungan Awal Bulan Maret Tahun 2018 yang dipimpin langsung Bupati Kabupaten Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, Senin (5/3) yang bertempat di Lapangan Apel Kantor Bupati Nabire pukul 08.00 WIT dirangkai dengan Penyerahan Kader TB kepada Pemerintah Daerah dan penyerahan secara simbolis Batik Ciri Khas Nabire kepada para pimpinan OPD yang diwakili Asisten III Setda Kabupaten Nabire Pieter Erari, SE.,M.Si., Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Daniel Maipon, S.STP dan Plt Kepala Dinas Kepala Disnakertrans Kabupaten Nabire, Yermias Bindosano, SH. Dalam amanatnya, pada apel gabungan awal bulan Maret dirinya mengatakan, memasuki bulan ketiga tahun 2018 Bupati Isaias mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap mensyukuri rahmat Tuhan, karena hingga saat ini Tuhan masih memberi kesehatan dan kesempatan untuk menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan baik dan penuh tanggung jawab serta dengan tetap merawat kerukunan dan menjaga keberagaman yang ada tanpa membeda-bedakan suku, agama dan ras yang ada di Kabupaten Nabire.  Kata bupati, bahwa TBC adalah salah satu penyakit menular mematikan. Jumlah orang yang sakit karena TBC terus-menerus meningkat, meskipun TBC adalah penyakit menular dan mematikan, namun TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan bila ditangani dengan tepat dan pengobatan yang tepat serta didampingi oleh keluarga atau kader.  “Saat ini pemeriksaan dan pengobatan TBC gratis dan mudah telah disediakan oleh pemerintah  di Puskesmas serta RSUD yang ada di Kabupaten Nabire. kendala yang dialami saat ini adalah banyak masyarakat belum mengenal penyakit TBC dengan baik dan belum didampingi,” ungkapnya.  Secara pribadi, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Nabire menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kristus Sahabat Kita (KSK) yang telah melatih 48 orang Kader TB sejak tahun 2014 dan sudah sukses melaksanakan program pemberantasan TB di Kabupaten Nabire.  kader-kader terlatih ini telah membantu pemerintah dalam penemuan TBC secara dini melalui program ketuk pintu atau dari pintu ke pintu dan penyuluhaan-penyuluhan di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka. kader juga melakukan pendampingan pasien untuk pemeriksaan TBC dan pendampingan pasien TBC guna menyelesaikan pengobatan TBC sampai sembuh. Menurutnya, sejak tahun 2014 sampai 2018, kader TBC terlatih telah menurunkan jumlah penyebaran TBC dan banyak orang  sembuh setelah minum obat dengan didampingi oleh kader TB. “Saya mendapatkan laporan bahwa program TB dari Yayasan KSK akan berhenti karena kontraknya akan selesai pada bulan Maret 2018. Karena itu, pada saat ini 48  kader yang sudah terlatih dan 14 Pos TB Desa yang sudah terbentuk akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini kepada pihak kampung dan Puskesmas untuk dikembangkan,” tuturnya. Terkait dengan hal tersebut, Bupati Nabire juga memerintahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPMK, Kepala BPKAD, Kepala Bidang Anggaran dan Yayasan KSK segera berkoordinasi untuk membicarakan kelanjutan program TB ini. “Saya mau program ini harus dilanjutkan agar Nabire benar-benar bebas dari TBC pada waktu-waktu mendatang,” pungkasnya. (cad)