Aparat Gabungan Amankan Aksi Long March, Kepala Suku Meepago Apresiasi

NABIRE - Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya, SH, memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran aparat TNI/Polri (gabungan) atas keberhasilan pengamanan aksi masa long march yang berlangsung, Selasa (7/4/26) dan aksi long march ini dinilai berlangsung aman, damai dan kondusif di Kabupaten Nabire.
Aksi long march yang diikuti oleh ratusan masa tersebut berlangsung dari Pasar Karang Tumaritis menuju kantor DPR Papua Tengah (DPRPT). Di mana kegiatan aksi long march seluruhnya dapat berjalan tertib tanpa adanya gangguan keamanan yang siginitifkan.
Untuk itu, Kepala Suku Besar Wilayah Meepago Melkias Keiya, dalam tulisannya yang dikirim ke Wartawan Papuapos Nabire, Selasa kemarin menyebutkan, dirinya bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres dan Dandim 1705 Nabire beserta seluruh personil telah mencerminkan profesionalimes dan dan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Papua Tengah.
Selaku Kepala Suku Besar Meepago memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Kapolres dan Dandim 1705 Nabire yang telah mengawal jalannya aksi long march ini dengan aman, damai dan kondusif. Kirannya kerja sama ini terus terbangun demi menjaga Papua Tengah sebagai rumah bersama.
Lebih jauh Keiya menulis, dalam aksi tersebut massa menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah, di antaranya menggugat peran dan fungsi Majelis Rakyat Papua (MRP), mendesak penutupan PT Freeport Indonesia, karena dinilai masyarakat belum merasakan distribusi dana rayolti secara adil kepada 8 kabupaten di Papua Tengah.
Selain itu, massa meminta kejelasan dan percepatan penanganan kasus Kabupaten Dogiyai yang hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait.
Untuk itu, Melkias Keya menilai penyampaian aspirasi merupakan bagian dari hak demokrasi masyarakat yang harus dihormati, sepanjang dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Keiya menambahkan, pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga stabilitas wilayah di tengah dinamika sosial yang berkembang.
“Kami berharap kemitraan yang baik antara TNI/Polri, pemerintah dan masyarakat terus diperkuat demi terciptanya kedamaian, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah,” imbuhnya.
Pada akhir pesan singkat Kepala Suku Besar Wilayah Meepago juga menambahkan, selaku kepala suku menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Papua Tengah, Danrem serta instansi terkait atas kerja sama yang solid dalam menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung, sehingga hingga saat ini situasi keamanan di Nabire tetap aman dan terkendali serta aktifitas masyarakat kembali berjalan normal.(des)
Bagikan artikel ini



