Apakah Ada Dualisme Kepengurusan KAP Papua Tengah ?
NABIRE - Pembentukan Kamar Adat Pengusaha (KAP) Provinsi Papua Tengah menuai pro kontra. Apakah ada dualisme kepengurusan KAP Provinsi Papua Tengah ?

NABIRE - Pembentukan Kamar Adat Pengusaha (KAP) Provinsi Papua Tengah menuai pro kontra. Apakah ada dualisme kepengurusan KAP Provinsi Papua Tengah ?
Yosepina Pigai mengklaim sebagai Ketua DPD KAP Papua Tengah. Ketika ditemui di Kantor Gubernur Papua Tengah di Jl. Merdeka Nabire, Senin (26/5/2025), dirinya mengatakan sudah dilantik dan disaksikan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pelantikan terjadi pada Kamis (23/1/2025) di RRI.
Lalu, lanjut Yosepina, ada gerakan yang dilakukan oleh kubu sebelah dalam hal ini kubu Fience Lina Mofu. Dengan melakukan Konferensi Daerah (Konferda) di Gedung Guest House. Yosepina dengan tegas menolak Konferda dan dirinya mengatakan ini tidak sah dan tidak resmi serta tidak memenuhi korum.

"Kubu dualisme ini, bikin Konferda di sini padahal gubernur telah memutuskan, berada di bawah naungan KAP, karena menyangkut anggaran yang dipertanggung jawabkan, nanti kalau di luar ada temuan berbahaya, bisa dilakukan pemeriksaan KPK," ujarnya.
Istri dari pendiri Kamar Adat Pengusaha Se-Tanah Papua, Monalisa Yoweni Haluk mengatakan, untuk kejadian pada hari ini selaku pendiri KAP Se-Tanah Papua merasa sangat kecewa dan sangat terkejut. “Dan yang datang ini sampai berkelahi, dan yang menciptakan dualisme ini adalah oknum-oknum yang sudah terbiasa bikin kacau ditempat lain dan membuat kacau di provinsi lain,” tuturnya.

Dirinya selaku pendiri berharap hal ini dibicarakan secara baik-baik. Sebagai anak adat bukan biadab, tetapi ini dibicarakan secara baik-baik agar menghasilkan keputusan yang baik.
Karena menurut dia, Yosepina dan Fience Mofu sempat dipanggil dan sudah ada keputusan dari gubernur dan itu merupakan keputusan final. Yosepina ini sudah dilantik oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Asisten I di Aula RRI.
Dirinya berharap kedepan teman-teman pengusaha agar bisa lebih jeli melihat pemimpin siapa yang harus bisa menghidupkan organisasi, bukan berada di organisasi untuk hidup dari organisasi.
Menurut dia KAP di Provinsi Papua Tengah tidak ada namanya dualism. Di Papua Tengah pimpinan kamar adat hanya satu, yaitu Yosepina Pigai. (edi)
Bagikan artikel ini


