Anigou Siapkan Kampus untuk Papua

NABIRE — Yayasan Anigou Nabire membawa cita-cita besar dalam membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Yayasan Anigou Nabire, Yosafat Nawipa, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya pada kegiatan visitasi Institut Anigou Nabire, Jumat (7/8/2026).
Yosafat mengatakan Yayasan Anigou didirikan dengan satu tekad, yakni memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua melalui pendidikan yang berkualitas.
“Yayasan Anigou Nabire berdiri dengan satu cita-cita besar, melayani Papua melalui pendidikan yang bermutu,” ujar Yosafat.
Menurut dia, gagasan mendirikan perguruan tinggi tersebut lahir dari kondisi riil yang masih dihadapi Papua Tengah, terutama kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompeten di berbagai bidang.
Yosafat menilai Papua Tengah masih membutuhkan lebih banyak tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi memadai. Selain itu, daerah juga membutuhkan tenaga ahli hukum dan bisnis yang memahami hukum positif sekaligus mampu melihat serta memahami nilai-nilai hukum adat yang hidup di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kebutuhan pendidikan tinggi yang dekat dan terjangkau juga menjadi pertimbangan penting. Banyak lulusan SMA dan SMK di Papua Tengah membutuhkan akses perguruan tinggi yang sesuai dengan kondisi ekonomi serta kebutuhan pembangunan daerah.
“Sebagai guru, kami melihat realita di Papua Tengah. Kita masih kekurangan tenaga kesehatan yang kompeten, ahli hukum bisnis yang memahami hukum adat dan hukum positif. Lulusan SMA dan SMK ke depan juga membutuhkan tempat kuliah yang dekat, terjangkau dan relevan dengan kebutuhan daerah,” jelasnya.
Siapkan Dua Program Studi
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan Anigou mengajukan pendirian dua program studi, yakni Diploma Tiga (D3) Keperawatan dan S1 Hukum Bisnis.
Kehadiran kedua program studi tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menambah pilihan pendidikan tinggi di Nabire, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kesiapan memasuki dunia kerja dan mampu berkontribusi langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak sekadar ingin menambah jumlah program studi. Kami ingin mencetak lulusan yang siap kerja, siap mengabdi dan siap membangun Papua secara umum, lebih khusus Papua Tengah,” tegas Yosafat.
Perkuat Sarana dan SDM
Untuk memastikan kualitas pendidikan sejak awal, Yayasan Anigou mengaku telah mempersiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
Laboratorium dan perpustakaan telah disiapkan dengan mengacu pada standar yang dibutuhkan. Selain sarana, aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama yayasan.
Yayasan telah merekrut tenaga dosen, baik dosen tetap maupun dosen praktisi yang berasal dari rumah sakit dan kantor-kantor hukum.
Keterlibatan dosen praktisi diharapkan dapat memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga kebutuhan dunia kerja.
Minta Arahan Tim Visitasi
Dalam kesempatan tersebut, Yosafat menyambut kehadiran tim visitasi internal Yayasan Anigou dalam rangka visitasi melalui video.
Ia berharap proses visitasi dapat memberikan masukan, bimbingan, dan arahan bagi pengelola institut dalam mempersiapkan lembaga pendidikan tersebut agar memenuhi standar mutu sejak awal berdiri.
“Selaku ketua yayasan, kami memohon bimbingan dan arahan dari tim visitasi agar institut yang baru ini benar-benar berkualitas sejak berdiri dan memberikan harapan terbaik kepada seluruh masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya.
Dengan mengusung pendidikan yang dekat, terjangkau, dan sesuai kebutuhan daerah, Yayasan Anigou Nabire berharap kehadiran Institut Anigou dapat menjadi salah satu pilihan bagi generasi muda Papua Tengah untuk memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang mampu membangun daerah. (des)
Bagikan artikel ini



