NABIRE - Ketua II dan Ketua III Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PT) dari unsur adat, pada Senin (15/07/2024) menerima aspirasi dari Mahasiswa PGSD Kabupaten Nabire yang mendatangi Kantor Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah.


Dikatakan Abraham Yeimo selalu Korlap aksi tersebut mengatakan, semua ini ada karena ada guru, maka dari itu hari ini kami datang membawa aspirasi ini berdasarkan beberapa poin yang mana poin tersebut kami sudah lampirkan dispanduk atau kertas yang kami bawa saat ini.


"Kami hanya meminta agar pihak MRP PPT bisa membantu kami dalam akses penerimaan mahasiswa PGSD yang dilakukan oleh pihak Uncen kepada kami," katanya.


Yulius Wandagau, SE mewakili MRP Papua Tengah mengatakan, selaku Ketua Pokja Adat dan anggota kami empat orang, sehingga kami memberikan kesempatan kepada adik-adik apa yang jadi masalah persoalan yang dihadapi.


"Kami berkesempatan supaya bisa disampaikan secara tertulis maupun lisan terlebih dulu dibacakan agar permasalahannya apa saja, lalu hasil tulisan itu serahkan kepada kami melalui koordinator yang ditunjuk," ujarnya.


Sehingga, lanjut dia, aspirasi yang telah disampaikan akan dibicara lagi dengan ketua terus anggota-anggota yang lain belum hadir.  


"Kami butuh anggota-anggota yang lain mereka yang belum ada dengan ketua-ketua hadir semua lengkap, baru kami akan bicarakan aspirasi dari para mahasiswa yang sudah disampaikan kepada kami," pungkasnya.


Pantauan Papuapos Nabire di lapangan, aksi demo yang dilakukan mahasiswa PGSD Nabire berlangsung aman terkendali dan demo tersebut dijaga ketat dan dalam pantauan pihak Polres Nabire.(rob)