SUGAPA - Wakil Ketua Komisi IV DPR Provinsi Papua, Thomas Sondegau, ST, menyampaikan turut berduka cita atas kecelakaan yang menimpa Pesawat Rimbun Air.

“Saya sebagai anggota DPR Papua dari Dapil Meepago juga turut berduka cita atas jatuhnya pesawat Rimbun Air yang jatuh di Intan Jaya. Selama ini mereka telah memberikan pelayanan terhadap masyarakat di Intan Jaya. Tapi karena kondisi cuaca sehingga pesawat ini mengalami kecelakaan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat perintis Rimbun Air hilang kontak di kawasan Bandara Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. Pesawat Rimbun Air tersebut hilang kontak dalam perjalanan dari Nabire menuju Sugapa.

"Benar, hilang kontak, di kawasan Sugapa, tadi pagi terbang dari Nabire, data masih dikumpulkan," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Nabire, Muhammad Navik, Rabu (15/9/2021) pagi.

Tidak ada penumpang dalam pesawat tersebut. Navik menjelaskan pesawat Rimbun Air membawa bahan sembako dan barang lainnya (kargo) ke Sugapa.

Dalam keterangan terpisah, Wakil Komandan Yonif Mekanis 521/DY, Mayor Inf Edi Dipramono menerangkan cuaca di Sugapa pagi kemarin memang tak cerah.

Cuaca yang buruk diduga membuat pesawat Rimbun Air gagal landing. Pesawat kemudian berusaha naik mengambil arah kiri bandara. Setelahnya, terdengar suara keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diduga pesawat jatuh usai menabrak gunung.

"Kemudian terdengar suara seperti pohon jatuh yang sangat keras oleh pihak bandara yang berada di landasan. Diindikasi pesawat tersebut menabrak gunung," ujar Edi.

Pesawat Rimbun Air PK-OTW sudah memancarkan sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT). Dijelaskan, jika sinyal emergency telah dipancarkan, besar indikasi dalam bahaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menjelaskan pesawat Rimbun Air yang hilang berisikan 3 kru yakni Mirza sebagai pilot, Fajar sebagai kopilot, dan Iswahyudi selaku teknisi.

"Pesawat tersebut membawa kargo bahan bangunan," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/9/2021).

Menurut Kamal, kontak terakhir pilot dengan petugas Airnav Sugapa berlangsung pada pukul 07.30 WIT. (ros/ist)