Ambisi Balon Bupati Kamapi Masih Tanda Tanya
DOGIYAI – Pemilukada serentak yang akan dilakukan di beberapa kabupaten di Propinsi Papua pada tahun 2017 mendatang, termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten Dogiyai. Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju nanti masih belum jelas, walaupun
Bagikan
DOGIYAI – Pemilukada serentak yang akan dilakukan di beberapa kabupaten di Propinsi Papua pada tahun 2017 mendatang, termasuk pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten Dogiyai. Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju nanti masih belum jelas, walaupun demikian gerilya untuk mendapat dukungan telah dilakukan beberapa Balon ini untuk mendekati Partai Politik (Parpol) yang ada.
Beberapa pengurus Parpol, yakni DPC yang ada di Dogiyai dikabarkan juga belum jelas menerima surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Data yang dihimpun terkat Balon yang akan maju dari Mapia Kamu (Kamapi) ini juga masih belum jelas, namun mereka rata-rat sudah melakukan pertemuan, baik di kalangan keluarga Mapia - Kamu itu sendiri.Dalam pertemuan kalangan terbatas, entah Kamu dan Mapia ini umumnya terkait pembahasan sekitar dukungan partai atau ada tidaknya calon siapa yang akan maju, pertimbangan dukungan dari warga juga menyangkut dana.Diskusi dari warga kerukunan Mapia di Nabire calon yang akan maju nanti seperti Osea Petege, Nikolaus Wakei dan Benidiktus Kotouki ditambah beberapa orang lainnya, baik maju 01 maupun 02 ada sekitar delapan orang. Rata-rat mereka juga belum dipastikan terkait dukungan Parpol.Sementara itu, prediksi warga terkait calon yang akan maju dari Kamu yakni Drs. Anthon Iyowau, Natalis Degei dan Herman Auwe. Sekarang tinggal dukungan dari partai mana, karena bagaimana pun dukungan dari Parpol dalam hal ini rekomendasi dari DPP (pengurus pusat) yang penting, meskipun ambisi menjadi orang nomor satu kabupaten Dogiyai dari Kamapi semakin besar. Tinggal bila 01 dari Kamu, 02nya dari Mapia dan sebaliknya. Ini mungkin yang bisa diharapkan masyarakat kabupaten Dogiyai, karena soal merebut kursi nomor satu Dogiyai ada dalam Kamapi itu sendiri. Semua partai di Dogiyai Ketua DPC orang Kamapi sendiri, jangan sampai jadi ambisi pribadi, karena Dogiyai sebenarnya membutuhkan sosok pemimpin yang nasionalis dan cinta rakyat, bukan ambisi kekuasaan dan kekayaan belaka.Selain itu, masyarakat Dogiyai juga memandang sosok pemimpinan yang bijaksana, tidak membeda-bedakan suku, ras, agama dan latar belakang, seperti sosok panutan masyarakat yang disebut ‘Tonowi” atau pemimpin yang bijak dan kaya serta memandang Kamu, Mapia, Piyaye dan Sukikai sama dalam satu atap rumah. Dan saatnya kerja bukan bicara, warga pilih bupati beretos kerja, berpikir maju dan bukan meminta. Warga belum paham secara politis. Linus Edowai mantan Kepala Kampung Atou Distrik Mapia Tengah, mengatakan, bukan membagi uang, melainkan membina warga untuk mendapat uang melalui kerja. “Bupati yang kami harapkan lebih banyak waktu berada dan tinggal di Dogiyai. Bupati yang bicara soal otonomi kampung, urusan rumah tangga. Bupati yang dekat dengan gereja, berpikir Mauwodide kedepan dan bupati yang bicara soal kelompok tani dan terpenting tidak membeda-bedakan terkait Mapia dan Kamuu, karena Kamapi itu satu,” tutupnya.(donatus degei)
Bagikan artikel ini



