Amankan Pilkada, Aparat Gabungan TNI/Polri Gelar Pasukan
NABIRE - Bertempat di Pantai Nabire, Selasa (18/8) pukul 08.00 WIT, aparat gabungan TNI/Polri melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pilkada Kabupaten Nabire. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Nabire, AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH dan Komandan K
Bagikan
NABIRE - Bertempat di Pantai Nabire, Selasa (18/8) pukul 08.00 WIT, aparat gabungan TNI/Polri melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan Pilkada Kabupaten Nabire. Bertindak sebagai inspektur upacara, Kapolres Nabire, AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH dan Komandan Kodim 1705/Paniai, Letkol ARH. Yulian Iskandar, S.IP. Dalam amanatnya, Kapolres Situmeang mengatakan, apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan untuk mengecek kesiapan personil TNI/Polri dalam hal pengamanan Pilkada Nabire, terlebih khusus pada pengamanan pengumuman penetapan calon bupati dan wakil bupati yang akan dilaksanakan pada Senin (24/8) bertempat di Kantor KPU Kabupaten Nabire.
Lanjut Kapolres, pengamanan yang akan dilaksanakan Senin mendatang, adalah pengamanan di seluruh sektor dan sejumlah titik-titik tertentu, yang dianggap dapat mengganggu Sitkamtibmas. Kapolres Nabire juga menekankan kepada personil TNI/Polri untuk lebih mengoptimalkan pengamanan di lokasi-lokasi tertentu, yang perkirakan akan terjadi penumpukan masa dari setiap bakal calon kandidat. Lokasi-lokasi yang perlu di waspadai antara lain, wilayah Wadio tepatnya di perempatan jalan Trans Nabire – Paniai, kedua di wilayah Siriwini, tepatnya di sekitar area RSUD Nabire dan yang paling utama yakni, di areal Kantor KPU Nabire. Kata Kapolres, pola pengamanan yang akan dilakukan di lokasi-lokasi tersebut adalah pengamanan terbuka dari aparat gabungan TNI/Polri. Kemudian, pengamanan yang dilakukan adalah pola tindakan persuasif. Namun apabila, pola persuasif tidak diindahkan oleh massa, maka TNI/Polri akan melakukan tindakan tegas kepada oknum atau siapapun juga yang melakukan tindakan anarkhis, serta dapat mengganggu Kamtibmas. “Kita aparat TNI/Polri yang ada di Nabire luar biasa banyak, kurang lebih ada tiga satuan, dan kita adalah aparat negara yang tidak ada kepentingan politik di Kabupaten Nabire. Saya yakin dan percaya dengan kekuatan yang ada, Polres, Kodim, Batalyon, Denzipur kita akan bisa mengamankan Pemilukada Kabupaten Nabire,” tegasnya. Lanjutnya, Pemilukada merupakan pesta demokrasi rakyat yang tingkat kerawanannya cukup tinggi. Karena keterlibatan masyarakat cukup besar, sebagai aparat keamanan, TNI/Polri adalah bagian dari pemerintah. TNI/Polri wajib menjaga agar Pemilukada tetap aman, damai dan sukses. Dengan harapan dapat menghasilkan pemimpin yang bijaksana tidak arogan dan taat aturan. (cad)
Bagikan artikel ini



