NABIRE - Massa dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire akhirnya diperbolehkan melakukan aksi long march menuju Kantor DPR Papua Tengah, Senin (11/5/2026).

Aksi tersebut berlangsung dari kawasan Pasar Karang, Nabire, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.

Ratusan massa tampak berjalan sambil membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan terkait kasus “Dogiyai berdarah” yang terjadi beberapa waktu lalu.

Mereka meminta adanya keadilan dan penegakan hukum atas insiden yang menimbulkan korban di Dogiyai, Papua Tengah.

Sepanjang perjalanan menuju Kantor DPR Papua Tengah, aparat keamanan terlihat mengawal massa guna memastikan aksi berjalan aman dan tertib.

Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan juga sempat mengalami perlambatan akibat iring-iringan massa aksi.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu sebelumnya menegaskan bahwa pihak kepolisian akan memberikan pengamanan maksimal terhadap jalannya penyampaian aspirasi masyarakat, selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan.

“Kami mengedepankan pengamanan humanis agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kapolres.

Setibanya nanti di Kantor DPR Papua Tengah, massa IPMADO dijadwalkan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada anggota dewan.

Mereka berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang terjadi di Dogiyai.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi long march penyampaian aspirasi masih berlangsung dengan pengawasan aparat keamanan gabungan dari Polri dan TNI.(Agustinus)