NABIRE - Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memastikan pelaksanaan aksi penyampaian aspirasi yang digelar Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) bersama Tim Investigasi HAM di Kabupaten Nabire berlangsung aman, tertib dan kondusif hingga seluruh massa kembali ke titik kumpul masing-masing.

Pernyataan itu disampaikan Kapolres Nabire usai memantau langsung jalannya aksi di halaman Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, didampingi Dandim 1705, Komandan Lanal, Danyon Brigif serta anggota keamanan lainnya, Senin (27/04/2026).

Kapolres Nabire menjelaskan, rangkaian penyampaian aspirasi dimulai sejak pukul 07.00 WIT hingga berakhir sekitar pukul 15.40 WIT. Menurutnya, aksi yang diikuti mahasiswa asal Puncak se-Papua, khususnya di Nabire, berjalan sesuai hasil koordinasi yang telah dilakukan sebelumnya antara aparat keamanan dan pihak penyelenggara.

“Secara umum kegiatan berlangsung aman dan lancar. Seluruh proses penyampaian aspirasi dapat berjalan sesuai mekanisme yang telah dikomunikasikan bersama,” ujar Kapolres Nabire.

Untuk menjamin keamanan jalannya aksi, Polres Nabire mengerahkan sebanyak 827 personel yang ditempatkan di lima titik pengamanan sesuai surat pemberitahuan aksi. Personel tersebut bertugas mengawal jalannya long march, menjaga situasi Kamtibmas serta memastikan massa dapat kembali dengan aman setelah kegiatan selesai.

Kapolres Nabire mengakui pada beberapa titik aparat melakukan pengamanan secara ketat, terutama saat massa bergerak melakukan long march. Namun demikian, seluruh rangkaian kegiatan tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang berarti.

Sebagai bentuk pelayanan dan upaya menjaga ketertiban pascaaksi, Polres Nabire juga menyiapkan 15unit truk untuk membantu mobilisasi massa kembali ke asrama dan titik tujuan masing-masing. Sekitar tujuh truk di antaranya digunakan mengantar peserta aksi menuju Asrama Puncak, Pasar Karang hingga wilayah Jepara.

Menurut Kapolres Nabire, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pengamanan agar kepulangan massa berlangsung tertib dan tidak memicu persoalan lanjutan.

“Dari awal kegiatan berjalan tertib hingga selesai kami arahkan seluruh peserta aksi pulang dengan aman supaya tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Keberhasilan pengamanan ini, lanjut AKBP Samuel, tidak lepas dari perencanaan matang serta koordinasi intensif yang dibangun bersama Forkopimda, tokoh agama, kepala suku, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta unsur masyarakat lainnya.

Ia menegaskan, pendekatan kolaboratif menjadi kunci terciptanya situasi yang kondusif dalam setiap penyampaian aspirasi di wilayah Nabire. “Kalau perencanaan dimatangkan dan koordinasi dilakukan dengan baik, maka tanggung jawab pengamanan ini dapat dilaksanakan secara optimal,” jelasnya.

Meski sempat terjadi insiden kecil berupa aksi saling lempar yang menyebabkan beberapa kaca mengalami kerusakan, Kapolres Nabire menegaskan kondisi secara umum tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengimbau seluruh kelompok masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di kemudian hari agar tetap mengedepankan komunikasi serta mengikuti prosedur sesuai aturan yang berlaku.

“Penyampaian aspirasi tidak pernah kami larang. Namun mekanisme dan tahapan harus dilalui agar pelaksanaannya semakin tertib dan aman,” tegasnya.

Menutup keterangannya, AKBP Samuel Tatiratu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan, termasuk TNI, Brimob, Satpol PP, tokoh agama dan masyarakat yang turut menjaga situasi tetap damai.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman hingga selesai. “Kami bersyukur seluruh proses berjalan aman dan damai. Harapan kami semua peserta aksi dapat kembali ke kediaman masing-masing dengan selamat, tertib dan situasi Nabire tetap kondusif,” tutupnya. (agustinus)